Drama panjang itu bermula sejak pelantikan Presiden Nicolas Maduro pada awal 2019 ketika Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump periode pertama (2017-2021) justru mengakui Juan Guaidó, pemimpin oposisi cum Ketua DPR Venezuela, sebagai presiden interim.
Alasannya, Maduro yang sudah menjabat presiden sejak 2013 dianggap memenangkan pemilu dengan kecurangan pada 2018. Kemenangan Maduro dianggap tidak sah karena dilandasi oleh pemilu yang tidak bebas dan tidak adil. Washington juga menuding Maduro menyebabkan penindasan brutal dan kemiskinan yang mencekam terjadi di Venezuela.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/725520/original/Penjagaan-Daerah-140821.jpg)
