Angka Pernikahan Anak di Jateng Turun Ribuan Kasus

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah (Jateng), Ema Rachmawati, mengungkapkan, angka pernikahan dini atau anak di Jateng secara berangsur-angsur mengalami penurunan. Dia menyebut, lembaganya aktif melakukan sosialisasi untuk menekan angka perkawinan anak. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

"Alhamdulillah (pernikahan anak) dari tahun ke tahun turun," ungkap Ema saat diwawancara pada Rabu (7/1/2026).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dia mengatakan, angka pernikahan anak di Jateng sempat melonjak signifikan pada masa pandemi Covid-19. "Trennya waktu Covid sempat naik. Mungkin anak-anak bingung tidak sekolah, mau ke mana, kawin aja gitu. Nah sekarang (angka perkawinan anak) turun dari 10 ribu tahun 2023, jadi 7.000 di 2024,” ucapnya. 

Menurut data DP3AP2KB Jateng, sepanjang 2024 terdapat 7.903 pernikahan anak. Mereka terdiri dari 6.622 perempuan dan 1.281 laki-laki. Sementara pada semester pertama 2025, tercatat sebanyak 2.951 pernikahan anak. Mereka terdiri dari 2.443 perempuan dan 508 laki-laki.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Berdasarkan data, setiap tahunnya angka pernikahan anak perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki. Ema menilai hal ini turut dipicu oleh tradisi lokal serta kondisi ekonomi keluarga.“Sebarannya memang di daerah miskin,” ujar Ema.

Menurut Ema, masih cukup tingginya angka pernikahan anak tidak semata-mata disebabkan kehamilan di luar nikah. "Kasus di Wonosobo, misalnya, dari 100 sekian anak yang menikah dini itu, ternyata yang (disebabkan) hamil itu cuma sedikit. Yang lainnya itu karena mau nikah saja. Mungkin (pertimbangan) orang tua ya, daripada mungkin sudah runtang-runtung, takut gitu kan, dinikahkan, atau karena sudah tidak bisa sekolah lagi, dinikahkan,” ucapnya.

Berdasarkan data DP3AP2KB Jateng, daerah dengan angka pernikahan anak perempuan tertinggi antara lain Pemalang (223), Cilacap (198), Banjarnegara (152), Grobogan (133), Banyumas (130), Jepara (126), Purbalingga (125), Brebes (122), Wonosobo (103), dan Demak (100). Sementara daerah dengan angka pernikahan anak lelaki tertinggi antara lain Cilacap (49), Banyumas (46, Pemalang (30), Demak (28), Jepara (28), Purbalingga (26), Banjarnegara (24), Klaten (22), Kabupaten Semarang (20), dan Kebumen (20).

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mayoritas Warga Tolak Pilkada Lewat DPRD, Golkar Singgung Trauma Orde Baru
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Mengaku Kerap Ingin Disuap, Mengapa Pelakunya Tidak Ditangkap?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Teks Khutbah Jumat Terbaru 9 Januari 2026: Hikmah Menghidupkan Membaca Al-Quran saat Momentum Isra Miraj
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kewajiban Orang Tua kepada Anak
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tips Keuangan 10 Januari untuk Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.