Densus 88 Ungkap 6 Ciri Anak Terpapar Radikalisme, Suka Konten Kekerasan hingga Menutup Diri

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Detasemen khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri menyampaikan enam ciri-ciri anak terpapar paham ekstrem atau radikalisme.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes, Mayndra Eka Wardhana mengatakan ciri-ciri pertama yakni soal gambar atau simbol nama pelaku kekerasan. 

"Yang pertama, salah satunya ditemukan gambar simbol nama pelaku kekerasan," ujar Mayndra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Selanjutnya, anak yang sudah terpapar cenderung menarik diri dari pergaulan. Pasalnya, anak-anak tersebut sudah terpapar memiliki komunitas yang membuat mereka nyaman.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dengan begitu, kata Mayndra, anak yang sudah terpapar lebih suka menyendiri dan berlama-lama mengakses komunitas penyuka konten kekerasan seperti True Crime Community.

Kemudian, berkaca dari kasus SMAN 72, Densus 88 mengungkap bahwa anak terpapar paham ekstrem kerap menirukan perilaku tokoh pelaku kekerasan yang dianggap idola.

Baca Juga

  • Polisi Beberkan Alasan 3 dari 7 Bom di SMAN 72 Jakarta Tak Meledak
  • Polisi Fokus Periksa Ayah dan Kakak Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
  • Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Bom Rakitan di Online Shop, Ngaku Buat Eskul

"Suka menirukan tokoh atau idola. Nah ini sudah terbukti, kita memiliki insiden--pernah terjadi insiden di SMAN 72 dan ABH yang melakukan tindakan tersebut, dari replika senjatanya, dari postingannya, dari gaya berpakaiannya," imbuhnya.

Ciri lainnya, yakni cenderung menyukai konten kekerasan atau tidak normal hingga berlebihan menggunakan gawainya. Alhasil, ketika adanya inspeksi ke ponsel itu maka anak terpapar akan memicu respons keras.

"Dan yang terakhir, simbol-simbol yang tadi, simbol baik itu pistol, senjata api, replika, dan pisau yang identik dengan kekerasan," pungkasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan catatan Densus 88 total ada 70 anak terpapar paham neo-Nazi dan White Supremacy sepanjang Januari 2025 hingga awal Januari 2026.

Adapun, wilayah anak yang paling banyak terpapar berlokasi di Jakarta dengan jumlah 15 anak, Jawa Barat 12 anak dan Jawa Timur 11 anak. 

Sementara itu, berdasarkan kategori umur, anak terpapar ini berusia 11-18 tahun. Mayoritas anak yang terpapar berada pada usia 15 tahun. 

Berikut enam ciri anak yang terpapar paham ekstrem berdasarkan catatan Densus 88:
  1. Ditemukan gambar simbol atau nama pelaku kekerasan 
  2. Cenderung menarik diri dari pergaulan 
  3. Suka menirukan tokoh idola atau cosplay
  4. Menyukai konten kekerasan sadistik
  5. Marah berlebihan ketika device-nya dilihat orang lain
  6. Membawa pistol mainan arau pisau ke sekolah 

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ayah Aniaya Balita di Gorontalo, Kemen PPPA: Pemulihan Korban Harus Optimal
• 16 jam laluidntimes.com
thumb
Tahun Kedua Pelaksanaan MBG, BGN Kejar Target Tanpa Cacat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arab Saudi Hadirkan Wahana Bermain yang Pecahkan Rekor Dunia
• 9 jam laluinsertlive.com
thumb
Pramono Dorong PAM Jaya IPO 2027, Kepemilikan Publik Maksimal 30 Persen
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pecahkan Rekor Dunia, Rizki Juniansyah Naik Pangkat dari Letda ke Kapten
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.