Pesawat CN-235 Buatan RI Disebut Dipakai AS Serang Venezuela, Ini Spesifikasinya

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Viral di media sosial bahwa pesawat angkut turboprop CN-235 buatan Indonesia dikabarkan menjadi salah satu komponen udara yang digunakan militer Amerika Serikat (AS) saat operasi serangan ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. 

Rumor bahwa pesawat CN-235 buatan Indonesia digunakan oleh militer AS dalam serangan ke Venezuela diungkapkan oleh akun X Golden Eagle. 

Akan tetapi, tidak ada informasi resmi terkait hal itu. Dalam pernyataan resmi, Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan telah mengerahkan 150 pesawat tempur, pesawat tanpa awak alias drone hingga helikopter saat menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1).

Letnan Jenderal Dan Caine saat konferensi pers, mengkonfirmasi bahwa pesawat F-22 Raptor, termasuk di antara pesawat yang terlibat dalam operasi militer AS ke Venezuela.

Citra satelit yang dipublikasikan oleh fotografer Ricardo Arduengo juga menunjukkan setidaknya ada 10 pesawat yang konsisten dengan konfigurasi F-22 Raptor di Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads pada 3 Januari. 

Meskipun Departemen Pertahanan AS belum secara resmi mengonfirmasi pengaturan pangkalan atau durasi penempatan, gambar citra satelit menunjukkan penempatan kekuatan udara generasi kelima yang signifikan di Karibia selama jangka waktu operasi.

Sementara itu, dikutip dari The Aviationist pada Sabtu (3/1), pesawat yang diduga diluncurkan dari pangkalan di antaranya F-22 Raptor, F-35 Lightning II , F/A-18 Super Hornet, EA-18 Growler, dan B-1 Lancer, bersama dengan Pesawat Tanpa Awak dan helikopter.

Spesifikasi Pesawat CN-235

Meski tidak ada informasi resmi terkait penggunaan CN-235 dalam operasi militer AS di Venezuela, pesawat ini memiliki spesifikasi mumpuni. Melansir laman resmi Indonesia Aerospace PT Dirgantara, CN-235-220 mampu mengangkut beban maksimal hingga 4.700 kilogram atau membawa sekitar 36 hingga 40 penumpang, tergantung konfigurasi kabin. 

CN-235 dipilih oleh puluhan negara untuk tugas angkut taktis, patroli maritim, dan operasi keamanan. Variannya termasuk versi angkut, patroli laut, dan versi lain yang dimodifikasi untuk kebutuhan khusus.

Pesawat ini telah memiliki pengalaman operasional luas dalam berbagai misi, mulai dari penerbangan komersial terjadwal dan tidak terjadwal, misi sipil, bantuan bencana, hingga dukungan logistik untuk pasukan penjaga perdamaian. CN-235 juga kerap digunakan dalam misi nonmiliter untuk kepentingan masyarakat.

CN-235-220 mampu terbang hingga ketinggian 25.000 kaki dengan kecepatan mencapai 237 knot. 

Pesawat ini tetap mempertahankan karakteristik stabil saat terbang rendah serta memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), yang memungkinkan operasi di landasan pendek atau wilayah terbatas.

Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turboprop General Electric GE CT7-9C, masing-masing dengan daya 1.750 shaft horsepower (SHP). Kombinasi mesin dan desain aerodinamis itu memberikan kemampuan manuver yang baik serta performa optimal di kondisi panas dan ketinggian tinggi.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi keunggulan utama Pesawat CN-235, dengan durasi terbang yang dapat mencapai hingga 11 jam, membuatnya ideal untuk misi jarak menengah dan operasi berkepanjangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inara sudah Mulai Kenalkan Insan ke Putri Sulungnya
• 18 menit lalutvonenews.com
thumb
Louis Vuitton Memperkenalkan Shin Min Ah sebagai House of Ambassador
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sebut Peran Irish Bella di Kasus Narkoba Ammar Zoni, Aditya Zoni: Dia...
• 15 jam laluinsertlive.com
thumb
Tak Percaya Bisa Menjuarai F1 2025, Lando Norris Ungkap Momen yang Buatnya Sadar Kalau Ia Merupakan Juara Dunia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Nestle Perluas Penarikan Formula Bayi dari Asia hingga Afrika
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.