Nestle Perluas Penarikan Formula Bayi dari Asia hingga Afrika

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

London: Perusahaan nutrisi global, Nestle, memperluas cakupan penarikan sejumlah produk formula bayi dari Eropa hingga ke wilayah Afrika, Amerika, dan Asia. Penarikan ini kini mencakup negara-negara besar seperti Tiongkok, Brasil, dan Afrika Selatan.

Penarikan dilakukan terhadap sejumlah merek ternama seperti SMA, BEBA, NAN, dan Alfamino. Langkah darurat ini diambil setelah adanya temuan potensi kontaminasi cereulide, sejenis toksin yang dapat menyebabkan gejala mual dan muntah pada bayi yang hingga saat ini, belum ada laporan kasus kesakitan yang terkonfirmasi terkait konsumsi produk tersebut.

Sedikitnya 37 negara telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait potensi kontaminasi ini. Otoritas kesehatan Brasil mengatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah preventif setelah toksin terdeteksi pada produk yang berasal dari Belanda.

Sementara itu, Nestle Tiongkok mengonfirmasi penarikan terhadap batch formula yang diimpor dari Eropa. Di Afrika Selatan, Komisi Konsumen Nasional melaporkan, bahwa produk formula NAN yang ditarik diproduksi pada Juni 2025 dengan masa kedaluwarsa 18 bulan dan produk dari batch tersebut diketahui juga telah diekspor ke Namibia dan Eswatini.

Kementerian Kesehatan Austria menyebut insiden ini sebagai penarikan produk terbesar dalam sejarah Nestle, yang melibatkan lebih dari 800 jenis produk dari 10 pabrik berbeda. Pihak Nestle menjelaskan, bahwa masalah kualitas terdeteksi pada bahan baku arachidonic acid oil (minyak asam arakidonat) yang dipasok oleh salah satu vendor utama mereka.

"Kami telah melakukan pengujian terhadap seluruh campuran minyak yang digunakan dalam produksi dan kini tengah meningkatkan kapasitas produksi dengan menggandeng pemasok alternatif guna menjaga ketersediaan stok," ujar juru bicara Nestle, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 8 Januari 2025.

Insiden ini memberikan tekanan besar bagi CEO baru Nestle, Philipp Navratil, di tengah upayanya memulihkan pertumbuhan perusahaan. Pasca-pengumuman penarikan global ini, saham Nestle dilaporkan merosot sekitar 5,7 persen pada pekan ini.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Agen Federal AS Tembak 2 Orang Diduga Imigran Ilegal di Portland
• 4 jam laludetik.com
thumb
Pemulihan Kantor Pemerintahan Aceh Tamiang Capai 30 Persen
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Defisit APBN Melebar, Ekonomi Downfall
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Setelah Serahkan Dokumen Teknis ke PLN, PGE Optimalkan Operasi PLTP Lahendong
• 36 menit lalukatadata.co.id
thumb
Malaysia Open: 5 Wakil Indonesia Akan Beraksi di Perempat Final
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.