KARAWANG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan penyelewengan sumber daya alam.
Dalam pidato di acara Panen Raya Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menyita jutaan hektare kebun kelapa sawit ilegal, serta menindak ratusan tambang ilegal yang dinilai merugikan negara.
Prabowo menyampaikan hingga saat ini pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum.
Langkah tersebut dilakukan melalui penegakan hukum oleh aparat negara sebagai bagian dari upaya menyelamatkan dan memulihkan aset negara yang selama ini bocor.
Baca Juga: Prabowo Sindir Elit yang Nyinyir soal Swasembada Pangan: Kerjanya Hanya Mengejek
Prabowo pun menegaskan penertiban tersebut tidak akan berhenti pada upaya yang telah dicapai saat ini.
"Tahun 2026 mungkin kita akan sita tambahan 4 atau 5 juta hektare lagi," kata Prabowo.
Selain sektor perkebunan kelapa sawit, pemerintah juga akan menindak ratusan aktivitas pertambangan ilegal di berbagai wilayah.
"Kita sudah bertindak terhadap ratusan tambang ilegal. Sudah ratusan triliun kita selamatkan. Masih banyak yang bocor," ucapnya.
Menurut Prabowo, kebocoran pengelolaan sumber daya alam merupakan masalah serius yang harus dihentikan.
Ia menegaskan prinsip pemerintah bahwa kekayaan negara tidak boleh dinikmati oleh segelintir pihak, melainkan harus kembali kepada rakyat.
"Terus kita kerja karena, saudara-saudara, uang rakyat harus benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh sepeser rupiah pun tidak sampai ke rakyat. Ini tekad saya sebagai presiden yang dilantik dan dipilih oleh rakyat. Ini tugas Kabinet Merah Putih," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Beras di Panen Raya Karawang
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Prabowo sita sawit ilegal
- tambang ilegal Indonesia
- pidato Prabowo Karawang
- penyelamatan uang negara
- korupsi sumber daya alam
- kebijakan Prabowo 2026





