Banjir Bandang di Pulau Siau Sulut Tewaskan 16 Orang, BPBD: 693 Warga Mengungsi

kompas.tv
1 hari lalu
Cover Berita
Warga melihat kondisi rumah yang tertimbun material lumpur dan bebatuan setelah terjadi banjir bandang di sejumlah kampung/desa di Pulau Siau pada Senin (5/1/2026) dini hari. (Sumber: Stenly Gaghunting/Antara)

MANADO, KOMPAS.TV - Banjir bandang yang menerjangPulau Siau, Sulawesi Utara pada Senin (5/1/2026) dini hari dilaporkan menewaskan 16 orang. Banjir bandang menerjang sejumlah kampung di Pulau Siau.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro (Siau-Tagulandang-Biaro) Sonny Belseran mengatakan petugas telah melakukan penanganan darurat usai kejadian. Banjir bandang dipicu hujan lebat di Pulau Siau yang terjadi selama sekitar lima jam.

"Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan," kata Sonny Belseran di Manado, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Bupati Sitaro Ungkap Warga Butuh Tambahan Bantuan Sandang usai Bencana Banjir Bandang

Sonny menambahkan, sebanyak 693 warga di Pulau Siau terpaksa mengungsi akibat banjir bandang. Petugas pun telah mendirikan posko pengungsian, tetapi sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat.

"Posko pengungsian saat ini berlokasi di Museum Sitaro di Kelurahan Tarorane, Gereja GMIST Bethabara Paseng di Kelurahan Paseng, Kantor Lurah Bahu, dan Gereja Advent Bahu," kata Sonny dikutip Antara.

Sonny mengatakan tim kesehatan sudah bertugas di posko pengungsian Museum Sitaro dan Gereja GMIST Bethabara Paseng. Dinas Kesehatan Sitaro pun dilaporkan telah menerima bantuan obat dan logistik dari Dinkes Sulawesi Utara.

Sementara itu ada juga tim kesehatan yang bergerak ke lokasi bencana yang sulit dijangkau dengan kendaraan, yaitu di Kampung Bumbiha, Peling, Langhaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Selain 16 korban meninggal, dalam laporan situasi BPBD per Selasa (6/1), tiga warga dilaporkan hilang akibat banjir bandang. Satu korban hilang atas nama Claiton Tatambihe (3) telah ditemukan di rumahnya pada Rabu (7/1).

Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng menyebut tim SAR gabungan meneruskan upaya pencarian dua korban lain yang masih hilang. Dua korban hilang dilaporkan bernama Adris Pianaung dan Leon Pianaung dari Kampung Bahu.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • banjir sintaro
  • banjir bandang
  • banjir pulau siau
  • 16 meninggal
  • banjir bandang sintaro
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Solois Yure Andini Rilis Lagu Keroncong Modern Ya Kamu
• 20 jam laluinsertlive.com
thumb
Gibran Bersiap Tinjau Korban Banjir Kalimantan Selatan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Amankan Fortuner yang Dimodifikasi Timbun 400 Liter Solar, Sopir Diduga Gunakan Narkoba
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Maling di Ciledug Curi Kesempatan Gasak Motor Warga Saat Kebakaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KBBI Perbarui 3.259 Entri Baru pada 2025, Catat Perkembangan Bahasa Indonesia yang Dinamis
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.