Penulis: Andi Syam
TVRINews, Kalimantan Selatan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar berdampak pada sektor pendidikan. Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mencatat setidaknya 210 sekolah terdampak, dengan 41 sekolah terendam hingga ke ruang kelas.
Kondisi ini memaksa pembelajaran tatap muka sementara dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penerapan PJJ sudah menjadi pengalaman bagi sekolah di Kabupaten Banjar, terutama saat pandemi dan banjir sebelumnya.
"Untuk pembelajaran mulai hari Senin kemarin, sebagian sekolah sudah kembali masuk. Namun untuk sekolah yang terdampak bencana, Dinas Pendidikan telah mengeluarkan edaran agar dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh," jelas Kepala Dinas Pendidikan Banjar, Liana Penny, saat ditemui Rabu, 7 Januari 2026.
Pendataan kerusakan fasilitas pendidikan akan dilakukan Dinas Pendidikan setelah banjir surut. Data ini nantinya akan menjadi dasar untuk pengajuan revitalisasi sekolah serta bantuan sarana prasarana kepada pemerintah pusat.
Dinas Pendidikan menilai penanganan jangka panjang perlu dilakukan secara menyeluruh, mengingat banjir yang hampir setiap tahun berdampak pada dunia pendidikan di Kabupaten Banjar.
Editor: Redaksi TVRINews



