Indonesia Menang Lelang Lahan untuk Kampung Haji di Makkah, Komisi VIII : Pekerjaan Rumah Dimulai

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyambut positif bahwa Indonesia menang lelang lahan di Mekkah, Arab Saudi, yang akan digunakan untuk pembangunan Kompleks Haji Indonesia. Menurutnya, capaian ini merupakan tonggak penting dalam penguatan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji nasional.

"Tentu kami di Komisi VIII menyambut kabar ini dengan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi. Kemenangan lelang ini bukan sekadar keberhasilan transaksional, melainkan sebuah tonggak sejarah (milestone) bagi ekosistem perhajian Indonesia," kata Singgih saat dihubungi, Rabu (7/1).

Ia menegaskan, selama bertahun-tahun Komisi VIII DPR RI secara konsisten mendorong pemerintah agar Indonesia memiliki aset permanen di Tanah Suci, sehingga tidak terus bergantung pada skema sewa akomodasi yang dinilai merugikan posisi tawar Indonesia.

"Cita-cita memiliki 'Kampung Haji' atau aset permanen di Tanah Suci selalu menjadi wacana strategis yang kami dorong agar Indonesia tidak terus-menerus terjebak dalam skema sewa yang harganya fluktuatif dan merugikan posisi tawar kita," ujarnya.

Singgih menilai kemenangan lelang ini menunjukkan bahwa diplomasi haji yang dilakukan pemerintah telah berada di jalur yang tepat. Kepemilikan aset di Makkah dinilainya sebagai langkah konkret menuju kedaulatan layanan haji Indonesia.

Lebih lanjut, Singgih mengingatkan bahwa kemenangan lelang tersebut baru merupakan langkah awal. Ia menyampaikan tiga pesan utama kepada pemerintah agar keberadaan aset tersebut benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi jemaah haji Indonesia.

"Kemenangan lelang ini baru langkah awal, pekerjaan rumah sebenarnya baru dimulai," ucapnya.

Pesan pertama, ia meminta pemerintah segera melakukan akselerasi pembangunan dengan tetap menjaga kualitas. Menurutnya, lahan atau bangunan yang telah dimenangkan jangan sampai dibiarkan mangkrak.

Kemudian, ia juga menekankan pentingnya dampak kepemilikan aset terhadap efisiensi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Singgih berharap beban biaya yang selama ini ditanggung jemaah dapat ditekan secara signifikan.

“Ketiga, pengelolaan yang profesional dan transparan. Pengelolaannya harus sangat profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Saya berharap aset ini juga bisa menjadi hub ekonomi yang memberdayakan produk-produk UMKM Indonesia, sehingga perputaran ekonominya kembali ke rakyat kita sendiri," pungkasnya.

Kemenangan Indonesia dalam lelang lahan di Makkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Kompleks Haji Indonesia yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan jemaah di Tanah Suci. (H-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ivan Gunawan Bongkar Fakta Mengejutkan di Usia Baru, Turun 15 Kg hingga Bangun Masjid Sendiri di Pondok Cabe
• 17 jam lalugrid.id
thumb
HP China Murah Bisa Langsung Chat Tanpa Internet
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BPKB Hilang? Ini Syarat, Biaya, dan Cara Mengurusnya
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Saling Klaim Somaliland: Apa yang Sedang Terjadi dalam Politik Global?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
China Diduga Bobol Email Staf Komite Parlemen Amerika Serikat
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.