Temukan Grup Chat Ekstremisme Anak-Anak, Densus 88 Cegah Aksi di Jepara-Kalbar

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap sebuah grup chat internasional yang berisi penyebaran paham ekstrem seperti white supremacy dan neo Nazi. Grup itu bernama True Crime Community dan diisi anak-anak yang saling menginspirasi untuk melakukan kekerasan.

Juru bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana menyebut ada 70 anak di Indonesia yang terpapar paham ekstrem akibat bergabung dalam grup tersebut. Setidaknya, ada 5 aksi kekerasan yang direncanakan anak-anak karena grup tersebut.

Yang pertama, seorang anak di Jepara mencoba menjadi pelopor aksi kekerasan di sekolah. Ia berencana melangsungkan aksinya sebelum kejadian pengeboman SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.

“Di mana di Jepara itu ada seorang anak yang juga ingin menjadi pelopor kekerasan di sekolah, kemudian ingin meng-upload juga di komunitas mereka gitu ya. Dan ini bisa ditangani oleh Densus 88 bersama dengan Polda Jateng,” ucap Mayndra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1).

Lalu, kejadian pengeboman SMAN 72 itu sendiri menurut Mayndra juga terpengaruh komunitas tersebut. Mayndra mengatakan, aksi itu tak bisa dicegah karena sang anak tak terbuka secara sosial.

“Dan kemudian selanjutnya pada 7 November 2025, kita bersama dikejutkan oleh insiden SMAN 72 ya,” ucap Mayndra.

“Dan itu kenapa bisa terjadi? Karena karakter daripada ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) yang melakukan aksi tersebut betul-betul sangat introvert, bisa dikatakan seperti itu. Sangat tidak bersosialisasi dan tidak berkaitan dengan anak mana pun dalam melakukan aksinya gitu. Sehingga rekannya, sekolah, dan yang lain-lain tidak bisa mendeteksi secara cepat untuk dilakukan antisipasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Densus 88 mencegah rencana aksi kekerasan lainnya di Kalimantan Barat hingga Jawa Timur.

“Selanjutnya setelah kejadian di Jakarta, di Kalbar pada 8 Desember 2025 juga demikian. Cepat terdeteksi, kemudian dicegah,” ucap Mayndra.

“Di Jatim, 17 Desember 2025 dicegah untuk tidak melakukan aksi,” tambah Mayndra.

Selanjutnya, Densus 88 pun mengintervensi 70 anak yang terindikasi terpapar paham-paham ekstrem tersebut.

“Dan kemudian pada tanggal 22 Desember 2025, Mabes Polri beserta jajaran serempak untuk bersama-sama dengan kementerian/lembaga terkait segera mengintervensi anak yang lain ya, daripada 70 orang ini,” ucap Mayndra.

Mayndra mengatakan, penanganan anak-anak itu harus dilakukan secara cepat karena rencana mereka sampai ingin melakukan aksi bunuh diri.

“Mengapa penanganan anak-anak ini prioritas? Dari interview yang dilakukan oleh penyelidik, kami menemukan bahwa anak-anak ini di dalam wilayah yang berbeda berencana untuk melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas,” ucap Mayndra.

Mayndra menyebut, anak-anak itu berencana untuk menargetkan sekolah. Mereka juga menargetkan guru hingga teman-temannya.

“Ya di sini disebutkan kelas 7, kelas 8, kelas 9. Lalu membantai guru, mensabotase CCTV. Sasaran aksinya adalah teman sekolah dan guru,” jelas Mayndra.

Para anggota grup pun saling mengajarkan satu sama lain untuk melancarkan aksinya.

“Mengajarkan kepada para member group yang mereka miliki untuk membuat bom, salah satunya bom pipa. Mengajarkan kepada member group untuk membuat peluru. Ikut serta dalam pembicaraan bagaimana membuat pipa menjadi barang yang berbahaya dan mematikan,” ucap Mayndra.

“Mengatakan bahwa dirinya memiliki bom pipa. Ditemukan bubuk yang diidentifikasi sebagai bahan kimia dalam membuat bahan peledak serta perangkat elektronik. Juga atribut-atribut yang ber-genre kekerasan seperti neo-nazi, white supremacy, dan lain-lain,” tambahnya.

Mayndra mengungkap, beberapa dari mereka bahkan sudah membeli senjata replika untuk melakukan simulasi sebelum melancarkan aksinya.

“Kemudian juga beberapa juga sudah melakukan pembelian replika senjata. Ada juga yang ingin melakukan penusukan di sekolah. Dan sasaran penusukannya adalah pembuli di sekolah,” jelas Mayndra.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
11 Chef Terkenal Korea, Hampir Semua Muncul di ‘Culinary Class Wars’!
• 16 jam lalutheasianparent.com
thumb
Polisi Tunggu Labfor Kasus Kematian Sekeluarga di Warakas, Tak Mau Terburu-buru Tarik Dugaan Pidana
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Jelang Lawan Persija Jakarta, Persib Bandung Punya Rekor Apik
• 13 jam lalugenpi.co
thumb
Emiten Timah TINS Kini Masuk Radar Rebalancing MSCI Februari, Intip Prospeknya
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tanpa Kamera Tubuh, Investigasi Penembakan Perempuan oleh Petugas ICE di Minneapolis Terancam Buntu
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.