PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) adalah perusahaan yang menjalankan bisnis pertambangan bijih nikel.
IDXChannel—DKFT saham perusahaan apa? PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) tercatat sebagai emiten barang baku, perusahaan ini menjalankan bisnis pertambangan dengan komoditas berupa bijih nikel.
Melansir laman resmi perseroan (7/1/2026), perusahaan ini berdiri pada 1995 dengan nama PT Duta Kirana Finance. Pada 1997, perusahaan mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Surabaya.
Lalu pada 2008, perseroan mengubah nama perusahaan menjadi PT Central Omega Resources Tbk, sekaligus mengubah kegiatan usaha utamanya menjadi pertambangan. Pada periode yang sama, perseroan mengakuisisi tiga perusahaan pertambangan.
Tahun-tahun berikutnya, perseroan mulai berproduksi dan mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain. Pada 2015, perseroan mulai membangun smelter tahap pertama. Fasilitas smelter ini dibangun di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Smelter ini menggunakan teknologi blast furnace (tanur tiup) dengan kapasitas produksi 300.000 ton fero nikel per tahun, adapun kandungan nikelnya minimal 8 persen. Pada 2025, perseroan memulai pembangunan smelter tahap kedua.
Smelter tahap pertama memiliki kapasitas 100.000 ton fero nikel per tahun, sedangkan smelter tahap kedua memiliki kapasitas 200.000 ton fero nikel per tahunnya. Namun smelter kedua menggunakan teknologi electric furnace.
Wilayah operasional pertambangan nikel milik perseroan berada di Morowali Utara (Sulawesi Tengah), Halmahera Timur (Maluku Utara), dan Kupang (NTT). Pertambangan ini dikelola oleh anak-anak perusahaan DKFT.
DKFT Saham Perusahaan Apa? Informasi Kepemilikan SahamnyaBerdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, per 30 November 2025 pengendali saham DKFT Kiki Hamidjaja dan PT Jinsheng Mining, masing-masing memiliki 142 juta dan 3,47 juta saham.
Jumlah kepemilikan itu setara dengan 2,53 persen dan 61,63 persen dari total saham terdaftar. Sedangkan masyarakat (non-warkat) memiliki 1,86 miliar saham, setara 33,17 persen dari total saham terdaftar.
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham DKFT, atau pemilik perusahaan, adalah Kiki Hamidjaja. Dia kini menjabat sebagai presiden direktur di perseroan.
Pada perdagangan Rabu 7 Januari 2026, saham DKFT ditutup di harga Rp990 per saham, naik 3,13 persen dari pembukaan. Dalam satu tahun terakhir, DKFT mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 232,57 persen.
Itulah informasi singkat tentang DKFT saham perusahaan apa.
(Nadya Kurnia)





