Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini masih bertahan di zona hijau. IHSG makin siap to the moon dengan menuju level 9.000.
Berdasarkan data RTI, Rabu, 7 Januari 2026, IHSG sore naik 11,203 poin atau setara 0,13 persen ke posisi 8.944. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.959. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 8.916 dan tertinggi di posisi 8.970.
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 70,575 miliar senilai Rp36,890 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16,351 triliun dengan frekuensi sebanyak 4.576.990 kali.
Sore ini, tercatat sebanyak 344 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 362 saham melemah, dan 104 saham lainnya stagnan.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto
Baca Juga :
IHSG Makin Beringas Pagi Ini, Bersiap ke Level 9.000?"Penguatan Wall Street diharapkan memberi sentimen positif bagi IHSG, sementara rupiah diharapkan mulai keluar dari tekanan setelah melemah tiga hari berturut-turut," kata Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, dilansir Antara.
Dari mancanegara, pasar saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kompak menguat di tengah adanya ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela.
Penguatan pasar terutama ditopang oleh saham teknologi dan Artificial Intelligence (AI), dipimpin Amazon, Micron Technology, dan Palantir, serta saham semikonduktor yang melesat tajam di awal 2026, melanjutkan reli kuat sepanjang 2025.
Optimisme pelaku pasar didorong oleh keyakinan AI tetap menjadi pengubah permainan, didukung prospek ekonomi AS yang solid, pemangkasan suku bunga, serta stimulus fiskal.
Di sisi lain, dampak konflik AS dan Venezuela terbatas karena peran Venezuela relatif kecil dalam ekonomi global dan pasar minyak, sehingga tidak menekan sentimen pasar secara signifikan.
Dari dalam negeri, Indonesia dan AS memasuki tahap final perundingan perjanjian dagang, dengan negosiasi lanjutan akan berlangsung pada 12-19 Januari 2026 di Washington DC, AS, dengan agenda legal drafting detail.
Kesepakatan akan mencakup penurunan tarif resiprokal AS atas Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen, serta komitmen kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, dan investasi, yang diharapkan memberikan dukungan jangka menengah bagi stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.



