Strategi Toyota Dongkrak Kinerja Penjualan Mobil pada 2026

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak kinerja penjualan mobil pada 2026, melalui peluncuran berbagai produk serta penguatan layanan baru bagi konsumen.

Marketing Director TAM Jap Ernando Demily mengatakan, Toyota menegaskan fokusnya sebagai perusahaan mobilitas yang tidak hanya menghadirkan produk kendaraan, tetapi juga menawarkan solusi mobilitas yang selaras dengan beragam kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Pastinya sepanjang tahun ini Toyota telah menyiapkan berbagai produk maupun program baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Model dan layanannya apa saja, silakan ditunggu ya," ujar Ernando kepada Bisnis, dikutip Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, Toyota telah meluncurkan model terbarunya yakni Veloz Hybrid di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada 21 November 2025. Selain itu, ada juga mobil listrik murni Toyota bZ4X rakitan lokal di pabrik TMMIN Karawang, Jawa Barat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Ditinjau dari sisi kinerja, Toyota masih memimpin pasar otomotif nasional dengan pangsa pasar sebesar 31,5%. Sepanjang Januari–November 2025, penjualan wholesales Toyota tercatat mencapai 224.018 unit, sementara penjualan ritel mencapai 233.655 unit.

Sementara itu, menurut Ernando, kondisi makroekonomi serta tingkat daya beli masyarakat dinilai akan menjadi faktor penentu utama dalam membentuk arah pergerakan pasar pada 2026.

Baca Juga

  • Daihatsu Ungkap Biang Kerok Penjualan Mobil 2025 Sulit Tembus 800.000 Unit
  • Outlook Penjualan Mobil 2026, Berharap Insentif dari Menkeu Purbaya
  • BYD Geser Tesla Usai Penjualan Mobil Listrik Elon Musk Anjlok pada 2025

"Stagnasi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir semestinya menjadi pembelajaran, sehingga tahun 2026 diharapkan dapat menjadi titik balik bagi pemulihan pasar otomotif nasional," jelasnya.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil wholesales alias dari pabrik ke dealer masih terkontraksi 9,6% (year-on-year/yoy) menjadi 710.084 unit pada Januari–November 2025, dibandingkan periode 11 bulan 2024 sebesar 785.917 unit.

Adapun, Gaikindo telah merevisi target penjualan mobil baru pada 2025 menjadi 780.000 unit, dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 850.000–900.000 unit.

Sementara itu, penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen pun ikut merosot 8,4% yoy menjadi 739.977 unit, dibandingkan pada 11 bulan 2024 yang mencatatkan angka 807.586 unit.

"Semoga tahun ini seluruh stakeholder yang menjadi bagian dari industri otomotif nasional bisa berkolaborasi bersama untuk mendorong pertumbuhan pasar serta menjaga daya saing industri ke depan. Termasuk kehadiran pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Pilu Maman Politikus PKS Cilegon tentang Anaknya yang Dibunuh Maling
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
PB Pertacami Siapkan 11 Atlet MMA untuk Tembus Asian Games Nagoya 2026 Lewat Kualifikasi di China
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Gunung Ibu Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Capai Setinggi 300 Meter
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Tidak Ingin Perang, Tapi Siap Melawan Jika Dipaksa
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prediksi Skor Arsenal vs Liverpool: Head to Head, Susunan Pemain
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.