Cerita Pilu Maman Politikus PKS Cilegon tentang Anaknya yang Dibunuh Maling

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Politikus PKS, Maman Suherman, sekaligus ayah dari Muhamad Axle Harman Miller (9), membeberkan dirinya sempat tidak menyangka anaknya menjadi korban pembunuhan.

Awalnya Maman mengira Axle hanya terjatuh dari tangga di kediamannya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12) lalu.

Hal itu disampaikan Maman saat menceritakan detik-detik mencekam dalam hidupnya kepada awak media, Rabu (7/1). Maman mengaku saat itu dirinya tengah berada di kantor sebelum menerima kabar dari anaknya yang lain, Dafara (11), bahwa adiknya Axle (9) berdarah.

“Jadi jam 14.10 WIB saya mendapat telepon video call dari anak saya, dia teriak ‘Axle berdarah!’. Saya kaget, teriak, saya masih di kantor. Saya pikir Axle ini jatuh dari tangga,” kata Maman.

Maman mengaku langsung panik setelah melihat kondisi Axle yang ditunjukkan melalui panggilan video. Ia pun bergegas pulang dari kantor menuju rumahnya.

“Saya ambil kunci mobil di meja resepsionis dan langsung tanpa pikir panjang, hanya dalam waktu 4 menit dari sini (Citangkil) ke rumah (Ciwaduk). Saya sudah tidak kontrol membawa kendaraan karena saking paniknya,” ujarnya.

Sesampainya di rumah, kata Maman, hal pertama yang diperhatikannya adalah teras rumah tetangga karena masih berpikiran anaknya berdarah akibat terjatuh.

“Ketika pintu gerbang dibuka, itu dibukakan oleh anak saya. Saya tidak lihat ke mana-mana, tapi tertuju ke lantai dasar rumah tetangga karena saya pikir jatuh karena saking kalutnya,” ungkap Maman.

Berlumurah Darah di Tempat Salat

Ia kemudian bergegas masuk ke rumah dan menuju lantai 2, lokasi kamar tidur korban. Di sana, Axle ditemukan dalam keadaan setengah tertelungkup dengan tubuh berlumuran darah.

“Saya lihat ke atas (lantai 2), di depan lemari tempat dia salat. Di situlah dia dalam keadaan terbaring agak tertelungkup sedikit, mukanya agak miring. Saya balikkan mukanya, saya tiup untuk bantu pernapasan,” tuturnya.

Maman mengaku baru menyadari anaknya mengalami pendarahan hebat bukan karena terjatuh dari tangga ketika kakak korban melihat luka sayatan di tubuh Axle dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon.

“Dalam perjalanan ke rumah sakit itu saya baru ngeh, baru sadar pas anak saya cerita, ‘Pah ini ada sayatan’,” ucap Maman menirukan perkataan kakak korban.

Di rumah sakit, kata Maman, Axle tidak lama mendapatkan perawatan karena sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kabar itu membuatnya menangis histeris.

“Saya hanya meyakini bagaimana caranya menyelamatkan anak. Ketika itu anak saya sudah tidak ada pun saya tidak tahu. Di rumah sakit, beberapa menit kemudian, pihak Rumah Sakit Bethsaida tidak mau menyebutkan ke saya, tidak menyebut meninggal dunia, tapi bilang sudah tidak ada,” ungkap Maman.

“Dari situ saya langsung histeris. Kehilangan anak, merasakan kepedihan, stres, panik, itu bercampur aduk,” sambungnya.

Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Maman pun menegaskan agar pelaku pembunuhan terhadap anaknya dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia demi keadilan bagi anaknya.

“Hukum seberat-beratnya saja sesuai KUHP yang diterapkan. Kalau memang itu harus hukuman mati, ya harus hukuman mati. Kalau memang harus seumur hidup, ya kita serahkan pada KUHP-nya saja,” tandasnya.

Pelaku

Polisi telah menangkap pembunuhnya, yakni pria berinisial HA (31) yang bekerja sebagai pegawai operator produksi di PT "CA". HA berasal dari Kota Palembang, tinggal di rumah kontrakan di Cilegon bersama istri.

Apa motif HA membunuh?

"Motif ekonomi. Diketahui oleh penyidik bahwa yang bersangkutan sebelumnya sempat bermain saham kripto dengan modal awal Rp 400 juta yang mana uang tersebut diperoleh dari tabungan dengan istri," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, Senin (5/1).

Dian melanjutkan, "Dari Rp 400 juta ini dimainkan, berkembang sampai mendatangkan keuntungan Rp 4 miliar."

"Dari Rp 4 miliar ini yang bersangkutan belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah," kata Dian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Induk AS Tiba-Tiba Seliweran Depan RI, Mau Apa Lagi Trump?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Drone Israel Serang Lokasi Pengungsian Warga Gaza, 9 Orang Tewas
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Tarif Listrik PLN per kWh 11-18 Januari 2026 Semua Golongan Non Subsidi dan Subsidi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pengiriman ke Cilowong Dihentikan, Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.