Trump Tebar Ancaman ke Sejumlah Negara Usai Venezuela: Kolombia hingga Iran

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro. Usai manuver tersebut, Trump dan pemerintahannya memberikan peringatan kepada beberapa negara dan wilayah lain.

“Kita berada dalam bisnis untuk memiliki negara-negara di sekitar kita yang layak, di mana minyak diizinkan untuk keluar dengan bebas,” kata Trump, dikutip dari CNN pada Minggu (4/1).

Trump mengatakan bahwa AS membutuhkan pulau Greenland yang besar di Atlantik Utara. Ia mengatakan pulau terbesar di dunia itu memiliki posisi yang penting dari perspektif keamanan.

“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One. 

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen menyatakan tidak dapat menerima perkataan Trump.  Nielsen mengatakan Greenland merupakan sebuah bangsa, sebuah negara, dan sebuah demokrasi.

“Negara kita bukanlah objek dalam retorika kekuatan besar. Kita adalah sebuah bangsa. Sebuah negara. Sebuah demokrasi,” katanya Nielsen pada Selasa (6/1).

Berikut daftar negara yang diancam Trump:

Kolombia

Trump menggambarkan Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dia lalu membuka kemungkinan bagi militer AS menggelar operasi di Kolombia.  “Kedengarannya bagus bagi saya,” kata Trump pada Senin (5/1)

Petro membalas tudingan Trump melalui cuitan di akun X. Ia membantah dirinya terlibat dengan peredaran narkoba. "Saya bukan pengedar narkoba. Satu-satunya aset saya adalah rumah keluarga yang masih dibayar dengan gaji saya,” kata dia.

COLOMBIA-POLITICS (ANTARA FOTO/REUTERS/Luisa Gonzalez/RWA/dj)

Petro sebelumnya membuat marah pemerintahan Trump, yang membatalkan visa AS-nya pada bulan September, setelah ia menyerukan kepada tentara AS untuk tidak mematuhi perintah poliitkus Partai Republik itu.

Kuba

Trump mengatakan tidak memerlukan intervensi militer di Kuba yang merupakan sekutu utama Venezuela itu. Trump menilai Kuba akan jatuh tanpa perlu adanya intervensi militer usai pasokan minyak dari Venezuela terputus.

“Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan,” kata Trump. 

Pada rapat umum di depan Kedutaan Besar AS di Havana, Sabtu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel berjanji tidak akan membiarkan aliansi Kuba-Venezuela runtuh tanpa perlawanan.

“Untuk Venezuela, dan tentu saja untuk Kuba, kami bersedia memberikan bahkan nyawa kami sendiri, tetapi dengan harga yang sangat mahal,” kata Díaz-Canel.

Meksiko

Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News mengatakan ia telah bertanya kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengenai kemungkinan intervensi militer AS untuk memberantas kartel narkoba di Meksiko. Ia kerap menuduh Meksiko tidak berbuat banyak untuk menindak kartel narkoba.

Pada hari Minggu, dia mengatakan bahwa narkoba membanjiri Meksiko. Trump mengatakan kartel di Negara Sombrero itu sangat kuat, dan meminta Meksiko untuk memperbaiki diri. 

Sheinbaum telah berulang kali menolak intervensi AS di Venezuela dan pengambilalihan kekuasaan oleh Maduro. “Meksiko menegaskan kembali prinsip yang bukan hal baru dan tidak menimbulkan ambiguitas,” katanya pada konferensi pers hari Senin (5/1). 

Iran

Trump memberikan peringatan kepada Iran yang tengah menghadapi minggu kedua protes anti-pemerintah. Ia mengancam Iran untuk memberikan balasan keras jika pemerintahan negara tersebut membunuh demonstran.

“Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat balasan yang sangat keras dari Amerika Serikat,” kata Trump kepada wartawan pada Minggu.

IRAN-NUCLEAR/KHAMENEI (ANTARA FOTO/REUTERS/Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout /WSJ/sad.)

Sebelumnya, Trump memperingatkan Iran agar tidak berupaya membangun kembali program nuklir dan rudal balistiknya.  Trump mengatakan bahwa ia mendengar Iran mencoba membangun kembali program nuklir dan rudal balistik.

Pada Juni lalu, AS membom beberapa fasilitas nuklir utama Iran di tengah perang 12 hari dengan Israel. Serangan itu mengakhiri proses perundingan bilateral AS-Iran yang tersendat-sendat, yang dirancang untuk mengekang program nuklir Teheran.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam 4 Kecamatan di Melawi, Lebih dari Seribu KK Terdampak
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Bahan Makanan yang Lebih Baik Dikukus daripada Direbus
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rumah Jokowi Dijaga Ketat saat Disambangi 2 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Komisi III DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden dan Dorong Reformasi Kultural
• 12 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.