JAKARTA, DISWAY.ID-- Dedikasi para tenaga kesehatan (nakes) di tengah situasi pascabencana di Aceh memicu perhatian khusus dari pemerintah.
Meski tempat tinggal pribadi mereka turut hancur diterjang bencana, para nakes ini dilaporkan tetap bersiaga di garda terdepan untuk melayani masyarakat yang mengungsi.
BACA JUGA:Bantah Terbelah! Ketua KPK Tegaskan Pimpinan Solid Tangani Kasus Kuota Haji 2024
BACA JUGA:Beraksi Lima Menit, Pelaku Curanmor di Kota Bambu Selatan Jakbar Lepaskan Empat Tembakan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rasa simpatinya setelah mendengar langsung keluhan dari para Kepala Puskesmas di lapangan.
Ia menyebut banyak nakes yang tetap bekerja profesional meski pikiran mereka terbagi dengan kondisi rumah yang rusak berat.
"Banyak Kepala Puskesmas datang ke saya, 'Pak, saya ini masih kerja padahal rumah saya begini (rusak)'. Saya langsung minta, sudah daftar dulu saja," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di kantor BNPB, Rabu 7 Januari 2026.
Skema Bantuan Berdasarkan Kerusakan
Untuk meringankan beban para pejuang kesehatan ini, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan finansial.
BACA JUGA:Wamenhaj Tegaskan Komitmen Bersihkan Pengadaan Haji dari Praktik Rente dan Korupsi
BACA JUGA:Profil Survei Gallup, Lembaga yang Disebut Prabowo Ungkap Bangsa Indonesia Paling Bahagia di Dunia
Menkes menjelaskan bahwa anggaran bantuan ini akan dikelola secara terpusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Berdasarkan tingkat kerusakannya, berikut adalah rincian bantuan yang akan diterima para nakes:
• Rusak Berat: Rumah akan dibangun kembali sepenuhnya oleh pemerintah.
• Rusak Sedang: Mendapatkan bantuan perbaikan sebesar Rp30 juta.
- 1
- 2
- »





