Karawang: Presiden Prabowo Subianto memberikan rasa hormat kepada para petani dan nelayan, karena mereka yang paling setia terhadap Merah Putih. Di satu sisi, dia juga prihatin nasib para petani dan nelayan kurang dihormati.
"Saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita, kurang dihormati, kurang dibela, dan kurang dilindungi," ujar Prabowo, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.
Prabowo terkenang saat dirinya masih aktif menjadi tentara sekitar tahun 70-an. Setiap dirinya latihan di desa-desa, para petani selalu menyediakan minuman dan kudapan.
Padahal mereka harus mengambil kayu yang cukup jauh untuk memasak. Begitu juga untuk mengambil air. Jaraknya lumayan jauh dari rumah mereka.
"Begitu cintanya rakyat kepada tentara, begitu sadarnya para petani terhadap negara bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Baca Juga :
Swasembada Pangan Tercapai, Prabowo Merasa 30 Tahun Lebih MudaDia juga mengenang para petani yang turut berperan dalam merebut kemerdekaan. Terutama dari sisi dukungan penyediaan makanan untuk para pejuang.
"Yang memberi makan kepada tentara pejuang adalah para petani Indonesia. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita," ucapnya, tegas.
Pada kesempatan itu, Prabowo menghadiri panen raya di Karawang. Dia sambil mengumumkan secara resmi keberhasilan Indonesia atas swasembada pangan.
"Bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan," katanya.
Menurut Presiden, keberhasilan itu menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat. Di akhir 2025, Indonesia memiliki lebih dari 3 juta ton cadangan beras di gudang pemerintah.
Presiden Prabowo mengatakan cadangan tersebut menjadi gambaran keberhasilan Indonesia dalam swasembada pangan. Sekaligus, bukti dari kekuatan bangsa Indonesia.
"Bangsa yang berkemampuan, bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.



