jpnn.com, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei publik terbaru terkait pendapat masyarakat terhadap wacana Pilkada lewat DPRD, Rabu (7/1).
Peneliti Senior LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan bahwa 66,1 persen responden tidak setuju dengan wacana tersebut. kurang setuju, tidak setuju, atau tidak setuju sama sekali.
BACA JUGA: Wacana Pilkada Lewat DPRD Mendapat Penolakan
"Dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik," kata Ardian.
Dia menjelaskan dalam opini publik, ketika melewati batas 60 persen dari persetujuan publik, berarti efeknya sudah besar.
BACA JUGA: Soal Pilkada Lewat DPRD, PUSaKO: Efisiensi Jangan Mengorbankan Demokrasi
Menurutnya, penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender.
"Kemudian baik yang di desa maupun yang di kota pun menolak. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tetapi masyarakat desa juga," katanya.
BACA JUGA: Prabowo Usul Pilkada Lewat DPRD Saja, Doli Kurnia Golkar Membela
Di samping itu, dia mengatakan bahwa penolakan itu juga datang dari kalangan wong cilik.
Dari segmen generasi, jelasnya, Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana tersebut dibandingkan generasi lainnya.
Dia mengatakan segmen Gen Z sebanyak 84 persen menolak, Milenial sebanyak 71,4 persen menolak, Generasi X sebanyak 60 persen menolak, dan Baby Boomer sebanyak 63 persen menolak.
"Secara sistemik tidak hanya di sebuah generasi saja penolakan ini berlangsung, tapi di semua generasi yang ada, mayoritas menolak Pilkada DPRD," tuturnya.
Dia mengatakan survei itu dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang pada periode 19-20 Oktober 2025. (mcr8/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra




