Asosiasi Pengelola Pusat Belanja atau APBI akan menyelenggarakan dua program diskon pada bulan depan untuk merayakan momentum Imlek dan Ramadan 2026. Kedua hari besar keagamaan dinilai akan mendongkrak jumlah kunjungan masyarakat ke mal pada kuartal pertama tahun ini.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan performa kuartal pertama tahun ini akan menggambarkan kondisi industri ritel sepanjang 2026. Masyarakat diprediksi akan memiliki daya beli lebih pada pekan ketiga Februari 2025 setelah kenaikan upah minimum, bonus akhir 2025, dan tunjangan hari raya.
"Pusat Perbelanjaan bersama dengan para peritel juga akan menyiapkan berbagai program promo belanja yang sangat menarik bagi para pengunjung dalam memenuhi berbagai kebutuhan menyambut hari besar. Kami tidak akan menggabungkan program Imlek dan Ramadan 2026," kata Alphonzus kepada Katadata.co.id, Rabu (7/1).
Namun, Alphonzus menilai kunjungan selama Imlek 2026 akan lebih sedikit dibandingkan pada Ramadan 2026. Ini karena konsumsi selama Bulan Suci biasanya berkontribusi hingga 20% dari total jumlah kunjungan di pusat berbelanjanan sepanjang tahun.
APPBI sebelumnya memprediksi tingkat kunjungan mal sepanjang 2025 tumbuh terbatas atau hanya 10% secara tahunan. Rata-rata pengunjung harian mal diprediksi hanya mencapai 22 juta orang per hari pada tahun lalu.
Menurut Alphonzus, paket insentif pemerintah yang digulirkan pemerintah pada tahun lalu tidak memberikan dampak banyak dalam mendorong daya beli konsumen domestik. Ini karena insentif-insentif yang diberikan sebatas memberikan kelonggaran dari sisi pasokan, bukan mendorong permintaan.
Pemerintah mengeluarkan tiga paket insentif ekonomi pada 2025, yakni saat Libur Lebaran 2025, Libur Anak Sekolah 2025, dan musim Nataru 2025/2026. Paket insentif tersebut dinilai cenderung sporadis dan hanya fokus di masa liburan.
Meski demikian, ia memperkirakan tingkat kunjungan mal pada 2026 dapat naik 20%. Kondisi perekonomian nasional diramal membaik sehingga mendorong jumlah tingkat kunjungan mal menembus 26 juta per hari.



