IHSG Pecah Rekor Level 9.000, Purbaya Prediksi Bullish Berlanjut Sepanjang 2026

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terus melanjutkan tren penguatan pada 2026 usai menembus rekor tertinggi 9.000,54 pada perdagangan Kamis pukul 10.05 WIB.

"Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di 2026 ini. Kalau Anda lihat sempat menembus 9.000," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Purbaya, rekor tersebut menandakan sentimen investor terhadap perekonomian Indonesia sudah pulih. Perbaikan ini, kata dia, tak terlepas dari dampak program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah selama ini.

"Mereka melihat kita bekerja dengan serius, dan dampaknya kepada perekonomian sudah mulai kelihatan," jelas Menkeu.


Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

Baca Juga :

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, dalam 6 Hari Menguat 4,77%
  IHSG menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia
IHSG pada Kamis bergerak menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam kajiannya di Jakarta, Kamis, menyebut IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini.

Sementara dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global.

Sentimen pasar juga tertekan oleh sejumlah pernyataan Trump, yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback sebelum menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut.

Sedangkan dari dalam negeri, pemerintah akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand, sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan. Kebijakan ini berpotensi berdampak positif terhadap saham terkait.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Kematian Diplomat Dihentikan, Keluarga Arya Daru Tempuh Langkah Hukum dan Siap Buka 'Aib'
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Purbaya Ultimatum Bea Cukai Bongkar Skandal Under-Invoicing Sawit dan Industri Liar
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Bursa Transfer AC Milan: Rencana Belanja Igli Tare Januari Ini, Beli Bek Baru untuk Rossoneri dan 2 Nama Sudah Disiapkan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pemancing di Perairan Teluk Sepi Lombok Barat
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.