PONOROGO (Realita)- Penanganan dampak banjir yang merendam 30 hektar tanaman padi di 3 Kecamatan oleh Pemkab Ponorogo berjalan lambat.
Hingga kini, Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) baru melakukan pendataan lahan dan tanaman padi yang mati akibat terendam banjir pada, Jumat (02/01/2026) lalu itu.
Baca juga: Gudang Farmasi RSUD Ponorogo Terbakar, Keberadaan CCTV Masih Misterius
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertahankan Ponorogo Tri Budi Widodo mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan bagi Gapoktan yang masuk dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk merealisasikan asuransi bagi tanaman padinya yang mati akibat banjir.
“ Jadi ada juga program-program dari pemerintah ini yang harus dimasukkan AUTP jadi untuk menanggulangi misalkan ada bencana banjir, kekeringan, atau serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bisa mengakibatkan gagal panen, sehingga akan bisa petani ini mendapat ganti ruginya seperti itu,” ujarnya, Rabu (07/01/2026).
Tri mengungkapkan, bagi petani yang tidak masuk dalam AUTP maka pihaknya akan memberikan bantuan benih untuk mengganti tanaman padi yang mati, sehingga petani kembali bisa panen.
“ Cuma ada cadangan benih. Jadi selain itu juga kita berusaha untuk mengusulkan ke Kementerian Pertanian yaitu melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk bantuan benih,” ungkapnya.
Baca juga: Olah TKP Terbakarnya Gudang Farmasi RSUD Ponorogo, 55 % Dokumen dan Resep Hangus
Kendati demikian realisasi bantuan petani terdampak banjir ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Karena pihaknya masih melakukan pemetaan terhadap lahan pertanian yang puso.
“ Jadi sementaranya masih kita data, data-data lahan-lahan yang sekiranya benar-benar terkena puso. Jadi puso ini juga ditentukan ada rekomendasi dari teman-teman penyuluh dan juga dari petugas POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan) seperti itu."ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengaku tengah berupaya untuk mempercepat realisasi pemberian bantuan dan asuransi bagi petani terdampak banjir. Diprediksi pemberian bantuan benih bibit dan asuransi petani terdampak banjir ini akan dilakukan secara seremonial.
Baca juga: Gudang Farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo Terbakar, Api Bikin Pasien Panik
“ Oh percepatannya nanti yaitu tadi, bibit-bibit yang tadi kita siapin. Nah terus kita kumpulkan para petani-petaninya ya. Nah nanti insyaallah,” akunya.
Diketahui sebelumnya, Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo, sejak Kamis (1/1/2026) malam, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Genting yang tidak mampu menampung debit air. Dampak paling parah terjadi di sektor pertanian di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Balong, Bungkal, dan Jetis. Di Desa Ngampel dan Desa Bajang saja, sedikitnya 30 hektar tanaman padi yang rata-rata berusia 20 hari hingga dua bulan dipastikan mati. znl
Editor : Redaksi

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3807516/original/090085000_1640672366-148355508_430150894707997_2084073915891854769_n.jpg)


