AS dan Tiongkok Berselisih di Dewan Keamanan PBB: Tegaskan Penangkapan Maduro Sebagai Penegakan Hukum, Bukan Invasi 

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

Terkait penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar pertemuan di New York pada 5 Januari 2026. Perwakilan AS menegaskan bahwa penangkapan Maduro merupakan tindakan penegakan hukum, bukan invasi. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz:  “(Maduro) akan menjalani proses peradilan di Amerika Serikat.”

EtIndonesia. Menanggapi penangkapan pemimpin diktator Venezuela, Nicolás Maduro, oleh Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan pada tanggal 5. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menggunakan sekitar 10 menit untuk menjelaskan secara menyeluruh posisi Amerika Serikat.

Duta Besar AS untuk PBB, Waltz:  “Kami tidak melancarkan perang terhadap Venezuela dan rakyatnya. Kami tidak menduduki sebuah negara. Ini adalah sebuah operasi penegakan hukum.”

Kuasa Usaha Sementara Perwakilan Tetap PKT untuk PBB, Sun Lei:  “Tiongkok dengan tegas menentang hal ini.”

Dalam pertemuan tersebut, Rusia, Kolombia, dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan kecaman terhadap Amerika Serikat. Perwakilan PKT juga menyerukan bahwa “cara militer bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah.”

Sementara itu, pihak AS kembali menegaskan bahwa Maduro membantu masuknya narkoba ilegal dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, yang juga secara bertahap mengalir ke Eropa. Selain itu, Maduro disebut sebagai pemimpin dari rezim ilegal dan bukan kepala negara yang sah.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz:  “Jika PBB dan lembaga-lembaganya memberikan legitimasi kepada seorang teroris bandar narkoba yang tidak sah, dan memberinya perlakuan yang sama seperti presiden terpilih atau kepala negara, maka organisasi seperti apa sebenarnya PBB itu?”

Waltz lebih lanjut menyatakan bahwa dunia tidak boleh membiarkan cadangan energi terbesar di dunia jatuh ke tangan musuh Amerika Serikat, serta tidak mengizinkan Belahan Barat dimanfaatkan sebagai basis operasi oleh kekuatan yang memusuhi AS.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz:  “Anda tidak boleh mengubah Venezuela menjadi basis bagi Iran, Hizbullah, geng kriminal, intelijen Kuba, dan aktor-aktor jahat lainnya yang mengendalikan negara tersebut.”

Selain Amerika Serikat, Swiss juga bergabung dalam aksi pengetanan. Pemerintah Swiss mengumumkan pembekuan seluruh aset yang dimiliki Maduro dan 37 orang terkait lainnya di wilayah Swiss. Langkah ini segera berlaku. (Hui)

Disusun dan dilaporkan oleh Lin Jiawei dan Zeng Xinmin, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Resmi Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Anggota DPD Ingatkan Soal Keberlanjutan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Investasi ESDM 2025 Hanya US$ 31,7 Miliar, Sektor Listrik Jadi Titik Koreksi
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Atlet SEA Games 2025 Datang ke Istana, Akan Terima Bonus dari Prabowo
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhut Tegaskan Kedatangan Kejagung Bukan Penggeledahan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Ninik Haryanti Resmi Menjabat General Manager Metro Park View Hotel Semarang
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.