Status Waspada! Gunung Ile Lewotolok Meletus, Kolom Abu Capai Ratusan Meter

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Lembata

Gunung Api Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus. Gunung yang memiliki ketinggian 1.423 mdpl itu terekam mengalami erupsi pada Rabu pagi, 7 Januari 2026 sekira pukul 07.56 WITA.

Meski saat ini Gunung Ile Lewotolok berstatus waspada atau Level II, tingkat aktivitasnya terbilang masih cukup tinggi. Hal tersebut ditandai dengan kolom letusan yang teramati mencapai 250 meter di atas puncak. "Kurang lebih 1673 meter di atas permukaan laut)," tulis Petugas Posmat, Stanislaus Ara Kian sebagaimana dikutip dari laman magma.esdm.go.id  pada Rabu 7 Januari 2026.

Stanislaus menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang mengarah ke timur laut. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28,1 mm dan durasi 37 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian sekitar 50-100 meter dari puncak kawah.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi terpantau berawan hingga hujan, dengan angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur. Suhu udara berada pada kisaran 26-29°C. Tercatat telah terjadi 218 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 13,7-35,2 mm dan durasi gempa 35-99 detik. Selain itu, terdapat 299 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,7-13,8 mm berdurasi 25-60 detik.

Data kegempaan lainnya menunjukkan adanya 2 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2,3-7,5 mm selama 93-102 detik. Terjadi pula 77 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,5-15,3 mm selama 105-530 detik, serta 4 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 4,8-11,2 mm dan durasi 10-25 detik.

Terkait kondisi tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi keselamatan warga:

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas. Larangan ini juga berlaku secara sektoral di arah selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Warga juga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman yang bersumber dari kawah, mengingat suara tersebut merupakan karakteristik alami dari gunung api yang tengah berada dalam fase erupsi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Sulap! Begini Jatuh Bangun RI Terbukti Bisa Swasembada Beras
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Telur
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kabar Kantor Raja Juli Digeledah Kejaksaan Agung Terkait Kasus Korupsi Dibantah Humas Kemenhut
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
Stasiun Ketapang Layani 53 Ribu Penumpang Selama Nataru, Jadi Simpul Wisata Banyuwangi
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Menkes Ajukan Rp500 Miliar ke BNPB, Revitalisasi Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.