Trump Culik Presiden Venezuela dan Incar Greenland, Praktisi HI: AS Ingin Pertahankan Dominasi

kompas.tv
1 hari lalu
Cover Berita
Pengunjuk rasa memegang poster yang mengutuk penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh aparat Amerika Serikat (AS) dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Sumber: AP Photo/Tatan Syuflana)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Praktisi dan pengajar hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menyampaikan pandangannya mengenai pesan yang ingin disampaikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh aparat AS dan ambisinya merebut Greenland dari Denmark. 

"Di satu sisi, pesan yang jelas beliau sangat serius adalah bahwa Amerika Serikat itu ada di atas aturan internasional," katanya dalam program Kompas Petang KompasTV, Rabu (7/1/2026). 

Dinna juga memandang Trump ingin memutar ulang aturan main di tingkat internasional supaya lebih menguntungkan AS. 

"Kalau dilihat dari national security strategy yang dikeluarkan oleh Donald Trump di bulan November 2025, intinya jelas bahwa Amerika Serikat ingin mempertahankan dominasi atau kalau dalam bahasa hubungan internasional itu hegemoni dari Amerika Serikat di global," tuturnya. 

Baca Juga: Respons Donald Trump, Kanada akan Kirim 2 Pejabatnya ke Greenland untuk Buka Konsulat

Meskipun begitu, Dinna menyebut hegemoni itu akan sangat sulit terjadi, melihat kondisi ekonomi dalam negeri AS yang sekarang defisit. 

"Kemudian justru yang dianggap sebagai musuh oleh Amerika Serikat, seperti China dan Rusia, ternyata relatif baik-baik saja ekonominya, bahkan mengalami surplus ya China itu," jelasnya.

Mengenai reaksi Eropa, Dinna memandang ada kekhawatiran negara-negara Eropa jika lepas dari AS.

"Mereka itu sebenarnya khawatir dengan bayang-bayang dirinya sendiri. Mereka belum punya imajinasi keluar dari kerja sama dengan Amerika Serikat itu akan seperti apa," ucapnya. 

Dia mengatakan Eropa masih butuh waktu beberapa tahun lagi untuk bisa independen dan otonom dari AS.

"Itu sebabnya di NATO (North Atlantic Treaty Organization) misalnya, mereka masih sangat gigih berusaha untuk membuat suara NATO solid dan berusaha untuk mengiyakan saja apa yang diminta oleh Amerika Serikat," katanya. 

"Cuma dengan kejadian Greenland ini kan kelihatan bahwa Amerika Serikat betul-betul enggak peduli sebenarnya dengan NATO. At least (setidaknya, red) di bawah Donald Trump." 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • venezuela
  • greenland
  • donald Trump
  • presiden venezuela
  • nicolas maduro
  • penculikan presiden venezuela
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buruh Demo Lagi di Depan Istana, Pramono Klaim Bukan Protes UMP Jakarta
• 16 jam laludisway.id
thumb
Samsat keliling buka di 14 lokasi di Jadetabek pada Kamis
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pejabat Badan Nuklir Jepang Kehilangan Ponsel Berisi Informasi Sensitif di Tiongkok
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Praktik Rentenir dan Bank Plecit Terancam Pidana dalam KUHP Baru
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Menlu Sugiono akan ke Turki, Bahas Pertahanan Bareng Menhan Sjafrie
• 15 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.