Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin akan bertolak ke Ankara, Turki untuk menghadiri pertemuan 2+2 antara Menlu dan Menhan Indonesia-Turki. Pertemuan 2+2 perdana ini terjadi sebagai tindak lanjut High Level Strategic Cooperation Council (HLSC) antara dua pemimpin pada Februari 2025.
“Malam ini Menlu RI akan bertolak ke Ankara untuk menghadiri pertemuan perdana 2+2 Indonesia-Turki yang akan dilaksanakan besok, 9 Januari 2026,” kata Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Yvonne menambahkan, bersama Menhan Sjafrie, Menlu Sugiono juga akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan dijadwalkan 10 Januari 2026.
Yvonne mengatakan, berbagai isu dibahas kedua menlu dan menhan, antara lain keamanan, perdagangan, hingga energi. Isu industri pertahanan juga akan dibahas para menlu dan menhan.
“Pokok-pokok pembahasannya itu akan seputar keamanan perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi. Ada beberapa isu yang lebih detail di dalamnya, termasuk tentunya kerja sama pertahanan dan industri pertahanan,” terang Yvonne.
“Juga akan dibahas isu-isu regional Timur Tengah pastinya, dan juga termasuk Eropa, Asia Tengara dan juga Pasifik tentunya, termasuk kerja sama multilateral kedua negara, termasuk G20, ASEAN, BRICS, dan juga pastinya akan membahas terkait situasi Palestina, Gaza, ISF dan banyak lainnya,” seru dia.
Selain Turki, Indonesia saat ini memiliki skema pertemuan 2+2 hanya dengan beberapa negara, yaitu Australia, Jepang, China, dan Prancis.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467318/original/052346400_1767871798-Banner_Infografis_Paspor_H.jpg)


