JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri angkat bicara mengenai Grok artificial intelligence (AI) yang dimanfaatkan untuk memanipulasi foto pribadi seseorang. Menurutnya, tindakan tersebut dapat dipidana.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan manipulasi foto menggunakan AI termasuk dalam kategori deepfake. Sejatinya, Divisi Siber Polri memang tengah melakukan penyelidikan khusus berkaitan dengan perkara ini.
"Jadi memang rekan-rekan, perkembangan teknologi itu sekarang mengarah kepada artificial intelligence, ya itu termasuk deepfake menggunakan AI. Karena itu memang kita sedang melakukan penyelidikan ke arah sana," ujar Himawan di Bareskrim Polri, Rabu (7/1/2026).
Himawan menjelaskan seluruh manipulasi data tersebut tentu dapat ditindaklanjuti dengan penjatuhan pidana terhadap pelakunya.
"Kalau bicara AI, nanti selama itu bisa diklarifikasi bahwa itu adalah manipulasi data elektronik, maka itu menjadi suatu hal yang dipidana," ujarnya.
Sebagai informasi, tren meresahkan berupa manipulasi foto pribadi menjadi foto asusila terjadi di platform media sosial X. Para pengguna memanfaatkan Grok AI untuk melakukan manipulasi foto.
Pada intinya, pengguna dapat memberikan perintah langsung kepada Grok untuk memanipulasi gambar perempuan dan anak-anak secara digital, mengubah foto biasa menjadi konten eksplisit dan kasar.
Gambar-gambar tersebut kemudian diedarkan secara luas tanpa persetujuan, sehingga korban mengalami penghinaan dan pelecehan.
Original Article




