Aceh, VIVA – Pertamina Patra Niaga melalui Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan ketersediaan energi. Khususnya BBM guna mendukung proses pemulihan wilayah Aceh pascabencana.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar ke Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen, untuk meninjau langsung kondisi lapangan serta memastikan distribusi BBM Solar tetap berjalan lancar dan andal di tengah situasi darurat.
Dia menyampaikan bahwa keandalan pasokan Solar memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan Aceh.
“Di tengah kondisi bencana, Solar memiliki peran strategis untuk menjaga kelistrikan, mendukung operasional PLTD dan genset, serta memastikan layanan publik tetap berjalan. Pertamina Patra Niaga terus bersinergi dengan PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi energi tetap terjaga dan tepat sasaran,” ujar Achmad dikutip dari keterangannya, Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam periode akhir November hingga Desember 2025, penyaluran BBM Solar di wilayah Aceh tercatat meningkat hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total realisasi penyaluran mencapai lebih dari 5.400 kiloliter, atau meningkat sekitar 900 kiloliter, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung aktivitas pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Peningkatan penyaluran Solar tersebut antara lain digunakan untuk menopang operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) serta sistem cadangan (backup system) PLN di wilayah terdampak. Ketersediaan Solar menjadi faktor krusial dalam menjaga keandalan kelistrikan, terutama untuk memastikan layanan publik, fasilitas vital, serta pusat-pusat pemulihan masyarakat tetap dapat beroperasi selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Selain memastikan kelancaran pasokan BBM bagi masyarakat dan sektor strategis, Pertamina Patra Niaga juga mendukung pemenuhan BBM Solar dan Gasoline (bensin) untuk program bantuan 1.000 unit genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang disalurkan ke Provinsi Aceh.
Program tersebut meliputi 500 unit genset di Aceh Tengah, 300 unit di Lhokseumawe, dan 200 unit di Banda Aceh, yang digunakan untuk menopang pasokan listrik sementara di wilayah terdampak bencana dan lokasi layanan publik.





