JAKARTA, KOMPAS.com — Hari kedua uji coba penerapan sistem satu arah (one way) di Jalan Salemba Tengah, Kelurahan Paseban, Jakarta Pusat, masih menyisakan adaptasi bagi warga dan pengguna jalan.
Sejumlah warga mengaku belum terbiasa dengan perubahan arus lalu lintas yang sebelumnya dua arah.
Salah satunya Rani (36), warga sekitar yang sehari-hari memanfaatkan Jalan Salemba Tengah untuk mengantar dan menjemput anaknya bersekolah. Ia menilai sistem dua arah sebelumnya lebih praktis bagi aktivitas harian warga.
Dengan diberlakukannya one way, Rani kini harus memutar melalui Jalan Paseban Raya untuk menuju Jalan Salemba Raya, sehingga jarak tempuh menjadi lebih jauh.
Baca juga: Sudinhub Jakpus Bakal Evaluasi 4 Hal Ini Selama Uji Coba One Way Jalan Salemba Tengah
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=uji coba one way, Jalan Salemba Tengah, warga belum terbiasa, ojol harap kembali dua arah&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8yMTQzNDEzMS91amktY29iYS1vbmUtd2F5LXNhbGVtYmEtdGVuZ2FoLWhhcmkta2VkdWEtd2FyZ2EtYWt1aS1iZWx1bS10ZXJiaWFzYQ==&q=Uji Coba One Way Salemba Tengah Hari Kedua, Warga Akui Belum Terbiasa§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `"Anak saya kan sekolahnya di Salemba Raya, nah saya harus muter dulu lewat Paseban kalau mau mengantar pagi. Agak jauh jadinya. Biasanya kan praktis tinggal lurus dari Salemba Tengah ke Salemba Raya," ujar Rani, Rabu (7/1/2026).
Karena rute yang lebih panjang, Rani mengaku harus berangkat sekitar 10 menit lebih awal setiap pagi agar tidak terlambat.
Tujuannya, agar ia memiliki cukup waktu menghadapi kepadatan lalu lintas di Jalan Paseban Raya dan Jalan Salemba Raya yang kerap terjadi pada jam sibuk.
"Kalau pagi semua orang berangkat kerja dan antar anak kan. Padat jalannya, bahkan di Salemba Raya bisa macet kadang-kadang," tuturnya.
Meski demikian, Rani menilai warga perlahan akan menyesuaikan diri dengan kebijakan baru tersebut, terutama karena pengawasan petugas masih dilakukan secara intensif.
"Jadi memang harus membiasakan diri dengan sistem yang baru ini. Memang warga rata-rata belum terbiasa. Tapi karena jalannya dijagain petugas terus dari pagi, kami pun nurut aturan," tambah Rani.
Keluhan serupa disampaikan Riri (30), warga yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jalan Salemba Tengah. Ia tinggal di kawasan Jalan Percetakan Negara dan harus memutar lebih jauh untuk menuju tempat kerja.
Baca juga: One Way Jalan Salemba Tengah Berlangsung Sepanjang hari hingga 20 Januari 2026
"Saya biasanya langsung lurus sampai kantor. Dari pertigaan Taman Mencos sini kan kantor dekat sekali. Kalau sekarang dari pertigaan Taman Mencos belok kanan ke Paseban Raya, lalu keluar di Salemba Raya, baru belok lagi ke Salemba Tengah," jelas Riri.
Menurut dia, jarak yang semula pendek kini menjadi lebih panjang. Namun, ia juga melihat sisi positif dari sistem satu arah tersebut.
"Yang harusnya pendek, jadi panjang. Ya memang kita harus membiasakan. Sebab sistem one way juga ada baiknya kan. Sehari-hari kalau jalan ini ramai, banyak pengendara adu bacot, kalau one way kan tidak lagi, satu arah," lanjutnya.
Di sisi lain, para pengemudi ojek online (ojol) berharap sistem dua arah kembali diberlakukan di Jalan Salemba Tengah. Mereka menilai uji coba one way membuat jarak tempuh saat menjemput penumpang menjadi lebih jauh.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5313542/original/006368300_1755009869-ChatGPT_Image_Aug_12__2025__09_37_15_PM.jpg)

