Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur Prefektur Fukui, Jepang, Tatsuji Sugimoto, diduga mengirim sekitar 1.000 pesan teks bernuansa pelecehan seksual kepada stafnya, menurut laporan hasil investigasi tim pengacara yang dirilis pada Rabu (7/1/2026). Sugimoto telah mengundurkan diri dari jabatannya pada Desember 2025, setelah tuduhan tersebut mencuat ke publik.
Laporan investigasi itu didasarkan pada survei terhadap sekitar 6 ribu pegawai di pemerintahan prefektur Fukui, yang mengonfirmasi adanya perilaku tidak pantas oleh Sugimoto selama lebih dari dua dekade masa kerjanya di pemerintahan. Kasus ini menimbulkan perhatian publik luas terhadap budaya kerja dan mekanisme perlindungan pegawai di lingkungan birokrasi Jepang.


