Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Asei Indonesia membeberkan empat sektor ekspor unggulan yang kerap menopang permintaan asuransi pengangkutan atau marine cargo.
Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyebut sektor pertama adalah produk manufaktur dan industri pengolahan. Misalnya, mesin, peralatan listrik, produk kimia, dan barang setengah jadi.
“Yang kedua adalah komoditas berbasis sumber daya alam, seperti batu bara, mineral olahan, Crude Palm Oil [CPO] dan turunannya,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).
Dia melanjutkan, yang ketiga adalah produk kehutanan dan furniture seperti kayu olahan, panel, dan furnitur, khususnya untuk pasar Asia dan Timur Tengah.
Sementara itu, yang keempat adalah produk perikanan dan agroindustry, dengan kebutuhan perlindungan tambahan terkait cold chain dan time-sensitive cargo.
Khusus di Asei Indonesia, Dody mengungkap porsi asuransi cargo masih belum berdampak signifikan dan saat ini dalam pengembangan. Namun, menurutnya potensi kegiatan pengangkutan ini akan tumbuh seiring dengan kegiatan ekspor.
Baca Juga
- AAUI: Asuransi Marine Cargo Bisa Melambat Imbas Ekspor RI Susut Dua Bulan Beruntun
- Asuransi Wajib bagi Wisatawan Asing Bisa Tingkatkan Animo Turis, Ini Penjelasan Pengamat
- Klaim Asuransi Kredit Melonjak: Underwriting Perlu Diperketat
“Kinerja asuransi cargo menunjukkan bahwa masih mendapat dukungan dari kontrak ekspor jangka menengah, diversifikasi tujuan ekspor, dan meningkatnya kesadaran eksportir terhadap mitigasi risiko logistik dan geopolitik,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia membeberkan empat tantangan yang dirasakan dalam memasarkan produk asuransi marine cargo. Pertama, tekanan tarif premi akibat persaingan pasar yang ketat. Kedua, volatilitas nilai barang (cargo value) akibat fluktuasi harga komoditas global.
Ketiga, lanjutnya, adanya peningkatan risiko logistik seperti disrupsi pelabuhan, geopolitik, perubahan rute pelayaran. Keempat, ada kecenderungan eksportir untuk menekan biaya asuransi di tengah pelemahan perdagangan global.
Untuk merespons tantangan tersebut, lanjutnya, Asei melakukan segmentasi risiko yang lebih tajam, khususnya berdasarkan rute, jenis kapal, dan komoditas. Kemudian, menguatkan underwriting dan pricing berbasis risk-adjusted return, sehingga bukan sekadar volume.
“Selanjutnya, mengembangkan produk marine cargo yang lebih fleksibel, termasuk open policy dan annual cover untuk eksportir besar dan kolaborasi dengan perbankan, lembaga pembiayaan ekspor, dan freight forwarder,” bebernya.
Selain itu, Dody juga menegaskan Asei Indonesia terus mengoptimalisasikan layanan klaim dan loss prevention sebagai nilai tambah bagi nasabah.
Oleh karena itu, Asei Indonesia memproyeksikan lini usaha marine cargo pada 2026 akan mengalami pertumbuhan moderat, tetapi berkelanjutan. Ini sejalan dengan proyeksi pemulihan perdagangan global dan stabilisasi harga komoditas.
“Produk asuransi ini akan tetap menjadi lini strategis dalam mendukung ekosistem ekspor nasional, terutama untuk eksportir menengah dan besar,” tutur Dody.
Untuk diketahui, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia sepanjang Oktober dan November 2025 mengalami pelemahan yang cukup tajam. Kontraksi yang terjadi di November 2025 semakin dalam yakni menjadi 6,6% (year on year/YoY), dibandingkan pada Oktober 2025 lalu yakni 2,31% (YoY).
Menanggapi hal itu, Dody tidak menampik bahwa hal tersebut dapat memberikan tekanan jangka pendek, tetapi belum berdampak signifikan secara struktural terhadap permintaan asuransi marine cargo.
“Beberapa pertimbangan utama adalah penurunan ekspor bersifat cyclical dan berbasis harga komoditas, bukan penurunan volume yang masif. Kemudian, banyak pengiriman ekspor masih berjalan berdasarkan kontrak forward dan long-term sales agreement,” ucapnya.
Tidak sampai di situ, menurutnya juga permintaan asuransi marine cargo cenderung lebih inelastic, karena merupakan bagian dari persyaratan pembiayaan, L/C, dan manajemen risiko eksportir.
“Dengan demikian, dampak kontraksi ekspor lebih terlihat pada perlambatan pertumbuhan, bukan penurunan premi secara absolut,” tegasnya.




