DPR Desak Reformasi Total Internal Polri, Jangan Lembek ke Anggota Nakal

merahputih.com
20 jam lalu
Cover Berita

Merahputih.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Martin D. Tumbelaka, menegaskan bahwa fokus utama reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus tertuju pada penguatan sistem pengawasan internal. Hal ini dinilai krusial untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi korps bhayangkara tersebut.

Dalam Rapat Panja Reformasi Kepolisian di Ruang Rapat Komisi III, Kamis (8/1), Martin menyebutkan bahwa meskipun struktur organisasi Polri sudah lengkap baik dari sisi pengawasan internal maupun eksternal, implementasi di lapangan masih memerlukan pembenahan serius.

Baca juga:

Pakar Usul Kapolri Didampingi 2 Wakapolri, Mudahkan Pematauan Penyimpangan

"Struktur di Polri ini sudah lengkap. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana sistem pengawasan internalnya dimaksimalkan. Reformasi Polri harus berfokus pada perbaikan sistem di dalam tubuh Polri itu sendiri," ujar Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Martin menyoroti peran Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai garda terdepan penjaga marwah kepolisian.

Ia menilai, keraguan masyarakat sering kali muncul akibat adanya ketidaktegasan dalam menangani pelanggaran anggota, terutama di tingkat daerah.

Baca juga:

Protes Institusi Polri Ditempatkan ‘Setara’ Kementerian, Penasihat Kapolri: Bertentangan dengan UUD 1945!

"Banyak kasus di daerah berkembang karena pengawasan internal tidak tegas. Masyarakat menjadi ragu ketika melihat pelanggaran anggota tidak segera ditindak," tambahnya.

Legislator Gerindra ini pun mendorong agar agenda penguatan internal menjadi prioritas strategis. Menurutnya, ketegasan dalam menindak personel yang menyimpang secara otomatis akan meningkatkan disiplin anggota dan memperbaiki citra Polri di mata publik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dalam Sidang, Ammar Zoni dkk Ngaku Disiksa Oknum Penyidik
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Aset Industri Asuransi Tembus Rp 1.194 T per November 2025, Tumbuh 5,96 Persen
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Menyesali Dompet yang Hilang
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Waka Komisi IX DPR Kritik SPPG Dekat Peternakan Babi di Sragen: BGN Kecolongan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Gus Yahya: Saya Tidak Ikut Campur
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.