Jakarta (ANTARA) - Menjelang pernikahan, tidak hanya mempersiapkan dekorasi atau busana untuk acara, namun kesehatan wanita juga perlu jadi prioritas. Salah satunya yakni melakukan vaksinasi pranikah.
Setelah menikah, pastinya pasangan akan memulai aktivitas seksual rutin serta rencana kehamilan. Kondisi ini bisa saja meningkatkan risiko paparan virus tertentu.
Oleh sebab itu, dengan mendapatkan vaksin yang tepat, wanita dapat menekan risiko penyakit menular seksual, sekaligus melindungi kesehatan janin dari infeksi berbahaya di masa depan.
Mengutip berbagai sumber kesehatan, berikut beberapa vaksin yang dianjurkan untuk wanita sebelum menikah:
1. DPT dan TT (Tetanus Toxoid)
Vaksin DPT dan TT bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar siap melawan infeksi difteri, pertusis, dan tetanus.
Di Indonesia, imunisasi TT diwajibkan bagi calon pengantin wanita untuk melindungi ibu dan janin dari tetanus. Namun, jika sudah menerima vaksin DPT lengkap sebanyak lima dosis, imunisasi TT tambahan biasanya tidak diperlukan.
Idealnya, vaksin pertama diberikan minimal dua minggu sebelum menikah agar antibodi terbentuk dengan baik. Untuk jadwal lanjutan, yakni TT2 hingga TT5 sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan tenaga medis.
2. HPV (Human Papillomavirus)
Vaksin HPV berfungsi mencegah kanker serviks pada wanita serta kutil kelamin yang dapat menyerang pria dan wanita.
Karena virus ini menular melalui kontak langsung dan aktivitas seksual, waktu terbaik untuk vaksinasi adalah sebelum menikah atau sebelum aktif secara seksual.
Bagi calon pengantin, rangkaian vaksin HPV disarankan mulai minimal enam bulan sebelum pernikahan agar seluruh dosis dapat selesai tepat waktu.
3. MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin MMR juga penting terutama bagi wanita, karena infeksi rubela saat hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada bayi.
Idealnya, vaksin MMR diberikan setidaknya empat bulan sebelum menikah. Setelah vaksinasi, wanita disarankan menunda kehamilan minimal tiga bulan demi keamanan janin.
Jika sudah menerima dua dosis lengkap saat kecil, biasanya tidak diperlukan vaksin ulang. Namun, apabila ragu dengan riwayat imunisasi, sebaiknya lakukan tes kekebalan dan konsultasi dengan dokter. Vaksin ini juga bisa dianjurkan untuk kedua calon mempelai.
4. Cacar Air (Varisela)
Vaksin varisela sangat penting bagi calon pengantin yang belum pernah terkena cacar air. Infeksi cacar air saat hamil berisiko menyebabkan gangguan serius pada janin. Karena itu, vaksin ini sebaiknya diberikan minimal satu bulan sebelum menikah.
Selain mencegah cacar air, vaksin ini juga membantu menurunkan risiko cacar api (herpes zoster) di kemudian hari, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
5. Hepatitis B
Meski termasuk imunisasi dasar bayi, vaksin Hepatitis B tetap dianjurkan bagi orang dewasa sebelum menikah. Virus ini dapat menyebabkan peradangan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati, serta berisiko menular dari ibu ke bayi saat persalinan.
Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh, termasuk melalui hubungan seksual atau penggunaan barang pribadi bersama.
Idealnya, vaksinasi dimulai enam bulan sebelum pernikahan. Dalam beberapa kondisi, vaksin Hepatitis A juga bisa dipertimbangkan untuk perlindungan fungsi hati yang lebih menyeluruh.
6. Vaksin Influenza
Vaksin influenza juga dianjurkan bagi wanita sebelum menikah maupun sebelum merencanakan kehamilan. Imunisasi ini dapat melindungi tubuh dari virus flu yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
Itulah jenis vaksinasi bagi wanita yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah. Akan tetapi, sebelum memulai vaksinasi, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis agar dosis dan jadwal vaksin sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca juga: Sering tunda ganti pembalut? Ini efek buruk bagi area intim wanita
Baca juga: Korps Wanita TNI AL buka layanan kesehatan gratis untuk warga
Baca juga: Manfaat tersembunyi leunca untuk kesehatan perempuan
Setelah menikah, pastinya pasangan akan memulai aktivitas seksual rutin serta rencana kehamilan. Kondisi ini bisa saja meningkatkan risiko paparan virus tertentu.
Oleh sebab itu, dengan mendapatkan vaksin yang tepat, wanita dapat menekan risiko penyakit menular seksual, sekaligus melindungi kesehatan janin dari infeksi berbahaya di masa depan.
Mengutip berbagai sumber kesehatan, berikut beberapa vaksin yang dianjurkan untuk wanita sebelum menikah:
1. DPT dan TT (Tetanus Toxoid)
Vaksin DPT dan TT bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar siap melawan infeksi difteri, pertusis, dan tetanus.
Di Indonesia, imunisasi TT diwajibkan bagi calon pengantin wanita untuk melindungi ibu dan janin dari tetanus. Namun, jika sudah menerima vaksin DPT lengkap sebanyak lima dosis, imunisasi TT tambahan biasanya tidak diperlukan.
Idealnya, vaksin pertama diberikan minimal dua minggu sebelum menikah agar antibodi terbentuk dengan baik. Untuk jadwal lanjutan, yakni TT2 hingga TT5 sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan tenaga medis.
2. HPV (Human Papillomavirus)
Vaksin HPV berfungsi mencegah kanker serviks pada wanita serta kutil kelamin yang dapat menyerang pria dan wanita.
Karena virus ini menular melalui kontak langsung dan aktivitas seksual, waktu terbaik untuk vaksinasi adalah sebelum menikah atau sebelum aktif secara seksual.
Bagi calon pengantin, rangkaian vaksin HPV disarankan mulai minimal enam bulan sebelum pernikahan agar seluruh dosis dapat selesai tepat waktu.
3. MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin MMR juga penting terutama bagi wanita, karena infeksi rubela saat hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada bayi.
Idealnya, vaksin MMR diberikan setidaknya empat bulan sebelum menikah. Setelah vaksinasi, wanita disarankan menunda kehamilan minimal tiga bulan demi keamanan janin.
Jika sudah menerima dua dosis lengkap saat kecil, biasanya tidak diperlukan vaksin ulang. Namun, apabila ragu dengan riwayat imunisasi, sebaiknya lakukan tes kekebalan dan konsultasi dengan dokter. Vaksin ini juga bisa dianjurkan untuk kedua calon mempelai.
4. Cacar Air (Varisela)
Vaksin varisela sangat penting bagi calon pengantin yang belum pernah terkena cacar air. Infeksi cacar air saat hamil berisiko menyebabkan gangguan serius pada janin. Karena itu, vaksin ini sebaiknya diberikan minimal satu bulan sebelum menikah.
Selain mencegah cacar air, vaksin ini juga membantu menurunkan risiko cacar api (herpes zoster) di kemudian hari, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 30 tahun.
5. Hepatitis B
Meski termasuk imunisasi dasar bayi, vaksin Hepatitis B tetap dianjurkan bagi orang dewasa sebelum menikah. Virus ini dapat menyebabkan peradangan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati, serta berisiko menular dari ibu ke bayi saat persalinan.
Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh, termasuk melalui hubungan seksual atau penggunaan barang pribadi bersama.
Idealnya, vaksinasi dimulai enam bulan sebelum pernikahan. Dalam beberapa kondisi, vaksin Hepatitis A juga bisa dipertimbangkan untuk perlindungan fungsi hati yang lebih menyeluruh.
6. Vaksin Influenza
Vaksin influenza juga dianjurkan bagi wanita sebelum menikah maupun sebelum merencanakan kehamilan. Imunisasi ini dapat melindungi tubuh dari virus flu yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
Itulah jenis vaksinasi bagi wanita yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah. Akan tetapi, sebelum memulai vaksinasi, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis agar dosis dan jadwal vaksin sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca juga: Sering tunda ganti pembalut? Ini efek buruk bagi area intim wanita
Baca juga: Korps Wanita TNI AL buka layanan kesehatan gratis untuk warga
Baca juga: Manfaat tersembunyi leunca untuk kesehatan perempuan




