Apakah Treatment DNA Salmon Aman untuk Semua Jenis Kulit?

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dalam beberapa tahun terakhir, perawatan DNA Salmon menjadi tren besar di dunia kecantikan.

Banyak klinik estetika di Indonesia yang menawarkan treatment ini dengan klaim mampu membuat kulit tampak lebih cerah, halus, dan awet muda.

Meski populer, banyak yang masih bertanya-tanya, apakah DNA Salmon aman untuk semua jenis kulit?

Dilansir dari Ciputra Hospital, Halodoc, dan JPP Skin Laser Clinic, perawatan DNA Salmon merupakan prosedur yang menggunakan polynucleotide (PN) atau PDRN (Polydeoxyribonucleotide) yang diambil dari DNA ikan salmon.

Zat ini dipercaya mampu merangsang regenerasi sel kulit, memperbaiki jaringan rusak, serta meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit.

Kandungan DNA Salmon bekerja dengan cara meningkatkan produksi kolagen dan mempercepat proses penyembuhan kulit.

Hal inilah yang membuat treatment ini banyak dipilih oleh mereka yang memiliki masalah kulit kusam, berjerawat, atau mulai mengalami tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan.

Namun, meski memiliki banyak manfaat, bukan berarti perawatan DNA Salmon cocok untuk semua orang.

Ahli dermatologi dari Halodoc menjelaskan bahwa reaksi kulit terhadap bahan aktif bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi kulit dan sensitivitas masing-masing individu.

DNA Salmon dinilai relatif aman untuk sebagian besar jenis kulit, termasuk kulit normal, kering, dan kombinasi.

Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, mudah iritasi, atau sedang mengalami peradangan aktif, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit sebelum menjalani treatment ini.

“Bahan aktif dari DNA Salmon memang bersifat alami, tetapi bukan berarti tidak bisa menimbulkan reaksi. Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, bisa terjadi kemerahan ringan, rasa gatal, atau pembengkakan sementara setelah prosedur,” dilansir dari Halodoc.

Keberhasilan treatment DNA Salmon juga sangat dipengaruhi oleh metode aplikasi dan dosis yang digunakan.

Di klinik profesional, prosedur ini biasanya dilakukan melalui injeksi mikro (microinjection) di lapisan dermis menggunakan alat khusus.

Proses ini harus dilakukan oleh dokter estetika berpengalaman agar hasilnya maksimal dan aman.

Setelah menjalani prosedur, pasien umumnya membutuhkan waktu downtime selama 1-3 hari untuk pemulihan kulit.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Roy Suryo Polisikan 7 Pendukung Jokowi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik | KOMPAS MALAM
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
SPPG Sebelahan dengan Peternakan Babi di Sragen Bakal Direlokasi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Realisasi Pajak 2025 Meleset dari Target APBN
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Gemerlap Skuad Persib Vs Persija Jelang Bentrok di BRI Super League: Dua Tim Termewah, Mana Lebih Mahal?
• 21 jam lalubola.com
thumb
Andhara Early Beri Suami Kesempatan Rujuk, Ternyata Usaha Tidak Sesuai Harapan
• 11 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.