Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan teror terhadap konten kreator dan influencer yang terjadi belakangan ini. Teror tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kritik terhadap program pemerintah di media sosial.
Ia menilai setiap bentuk teror harus ditindak melalui proses hukum. Prasetyo menyatakan pemerintah mendukung langkah kepolisian untuk melakukan investigasi atas laporan yang masuk.
“Kami minta semua dilakukan investigasi. Tetapi kami berpendapat bahwa yang paling penting adalah kalaupun ada kekurangan atau kritik, mohon disampaikan dengan jalur komunikasi yang selama ini sudah juga kita bangun,” kata Prasetyo Hadi seusai retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1), malam.
Prasetyo mengatakan, pemerintah tidak menghendaki adanya praktik teror terhadap setiap warga negara, termasuk kepada individu yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ia menilai perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi.
Politikus Partai Gerindra itu turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto prihatin atas masih adanya praktik teror kepada warga negara semacam itu. “Masak hari begini masih ada begitu-begitu,” ujar Prasetyo.
Konten creator dan influencer Ramon Dony Adam (DJ Donny) sebelumnya melaporkan teror ke rumahnya ke Polda Metro Jaya. Donny melaporkan dua kali teror dalam bentuk pengiriman bangkai ayam disertai ancaman dan pelemparan bom molotov.
Donny mendapat kiriman bangkai ayam pada Senin (29/12/2025) malam. Ketika itu istrinya menemukan paket kiriman tanpa identitas pengirim. Paket berisi ayam mati dengan kepala yang terpenggal disertai surat ancaman agar Donny menjaga ucapannya di media sosial.
Teror berlanjut dengan pengiriman bom molotov pada Rabu (31/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Donny membagikan rekaman CCTV Ketika dua orang terekam melempar bom molotov ke rumah Donny.
"Alhamdulillah, api di bom molotov keburu mati, sebelum kena mobil gue," kata Donny kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Serangan teror terhadap DJ Donny mendapat tanggapan negatif dari koalisi masyarakat sipil Warga Jaga Warga. Dalam siaran persnya, mereka juga mengutuk serangan teror dan intimidasi terhadap sejumlah warga yang kritis di media sosial, antara lain aktivis Greenpeace Iqbal Damanik, Sherly Annavita, Virdian Aurellio, dan @pitengz_oposipit.
Pernyataan sikap bersama Warga Jaga Warga merupakan gabungan dari 91 organisasi yang menyikapi serangan berupa teror dan intimidasi terhadap warga negara. Koalisi itu juga mendapat dukungan dari 51 individu.
"Serangan berupa teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis menjadi penanda yang sah untuk menyebut bahwa wajah anti demokrasi dan otoritarian benar-benar terjadi dan dipraktikkan dalam bentuk yang paling menjijikkan," tulis siaran pers itu, Rabu (31/12/2025).
Sejumlah organisasi yang berpartisipasi dalam sikap bersama Warga Jaga Warga antara lain Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Greenpeace, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Indonesia Corruption Watch.


