Kunjungan Wisatawan ke Bali Menurun pada 2025, Faktor Kemacetan Jadi Penyebab

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bali mulai kalah bersaing dengan destinasi lain yang menawarkan akses transportasi lebih baik.

Kunjungan Wisatawan ke Bali Menurun pada 2025, Faktor Kemacetan Jadi Penyebab. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 menunjukkan tren penurunan yang tercermin dari kinerja sektor perhotelan. Data infografis Colliers Indonesia hingga Oktober 2025 mencatat total kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 8.014.651 orang, lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang menembus di atas 10 juta kunjungan.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menilai persoalan infrastruktur dan kemacetan menjadi faktor penting yang menurunkan daya tarik Bali, khususnya bagi wisatawan yang ingin mobilitas cepat antar destinasi.

Baca Juga:
Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara Tembus 900 Juta Perjalanan hingga Oktober 2025

Belum lagi, ditambah pengaruh melemahnya pasar wisatawan domestik, yang mulai mengalihkan pilihan liburan ke destinasi lain, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

"Di Bali itu ada kendala yang harus diperbaiki, terutama dari sisi infrastruktur. Transportasi massal belum terealisasi, sementara kemacetan di kawasan seperti Canggu sudah luar biasa. Wisatawan butuh waktu lama berpindah tempat, ini wasting time bagi mereka," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:
Ini Kata Menpar soal Bali Dikabarkan Sepi Wisatawan saat Libur Nataru

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bali mulai kalah bersaing dengan destinasi lain yang menawarkan akses transportasi lebih baik, meskipun dari sisi budaya dan keindahan alam Bali masih sangat kompetitif.

Baca Juga:
Kunjungan Bali Sepi, Menpar Sebut Wisatawan Asing Tembus 6,8 Juta Orang

Dia mencontohkan kondisi lalu lintas di kawasan Canggu yang kini menjadi salah satu titik kemacetan terparah. Waktu tempuh antar-destinasi yang semakin lama dinilai membuat wisatawan, khususnya turis asing, merasa tidak nyaman selama berlibur.

"Di Canggu itu macetnya sudah luar biasa. Wisatawan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain butuh waktu yang sangat lama. Ini jadi wasting time buat mereka," katanya.

Penurunan minat kunjungan ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM pariwisata yang sangat bergantung pada arus wisatawan. Selain itu, kemacetan juga meningkatkan biaya logistik dan operasional usaha di kawasan wisata.

Ferry menilai, percepatan pembangunan transportasi massal terintegrasi dan penataan kawasan wisata menjadi kunci untuk menjaga daya saing Bali ke depan. Tanpa perbaikan signifikan, risiko penurunan kunjungan wisatawan dinilai masih akan berlanjut.

"Kalau masalah transportasi ini tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin wisatawan akan memilih destinasi lain yang lebih nyaman dan efisien," ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Defisit APBN Tembus Rp695 Triliun, Menkeu Purbaya: Ketika Ekonomi Turun, Negara Harus Beri Stimulus
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan Penggeledahan, Kedatangan Penyidik di Kantor Kemenhut untuk Cocokkan Data Kawasan Hutan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkab Jember umumkan harga tiket pesawat Jember-Jakarta turun
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Kejar 200 Penunggak Pajak, Bos DJP Sudah Amankan Rp13,1 Triliun per Akhir 2025
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemendikdasmen Terbitkan SE, DPR Dukung Pembelajaran Fleksibel di Daerah Bencana
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.