Pantau - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerukan masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan kemanusiaan bagi Afghanistan, menyusul meningkatnya jumlah pengungsi yang kembali ke negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Desakan ICRC untuk Dukungan KemanusiaanPernyataan ini disampaikan oleh Direktur Operasi ICRC, Yasmine Praz Dessimoz, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti.
"Masyarakat internasional harus meningkatkan dukungannya, karena organisasi kemanusiaan tidak dapat dan juga tidak diamanatkan untuk secara efektif menggantikan sektor publik yang berfungsi dalam jangka panjang. Selain itu, pendanaan kemanusiaan menurun, sehingga mengurangi akses bantuan bagi kelompok yang paling rentan", ungkapnya.
Dessimoz juga menyoroti dampak serius dari keputusan pengungsi untuk kembali ke Afghanistan, terutama bagi mereka yang telah meninggalkan negara tersebut selama bertahun-tahun.
"Kembali ke Afghanistan akan sulit bagi banyak dari mereka yang mungkin telah pergi bertahun-tahun yang lalu. Reintegrasi yang bermartabat dan aman membutuhkan sumber daya yang jarang tersedia, belum lagi tekanan tambahan yang akan ditimbulkan setelah dimulainya musim dingin", ia mengungkapkan.
Pemulangan Harus Aman dan SukarelaYasmine Praz Dessimoz menegaskan bahwa proses pemulangan harus dilakukan secara sukarela dan berdasarkan penilaian individu yang matang.
"Pemulangan harus dilakukan dalam kondisi aman dan bermartabat. Hanya dalam kondisi tersebut, pemulangan akan menjadi solusi yang langgeng dan berkelanjutan, mencegah pengungsian lebih lanjut dan penderitaan warga", jelasnya.
Menurut data dari Menteri Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan, Abdul Kabir, sebanyak 6,8 juta pengungsi telah kembali ke Afghanistan dalam empat tahun terakhir, sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021.
Sementara itu, organisasi internasional memperkirakan lebih dari enam juta warga Afghanistan masih terdaftar sebagai pengungsi di luar negeri, tersebar di lebih dari 100 negara.
Negara-negara seperti Iran, Pakistan, dan Jerman merupakan wilayah dengan jumlah pengungsi Afghanistan terbanyak.


