Sengaja Buat Kisruh di MU, Ruben Amorim Dituding Incar Kompensasi Besar

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United pada Senin (5/1/2026) langsung mengundang tanda tanya besar.

Bukan semata karena performa tim di lapangan, keputusan ini juga dipicu oleh rangkaian pernyataan terbuka sang pelatih yang dinilai menabrak batas komunikasi internal klub.

Di balik itu semua, muncul spekulasi panas: apakah Amorim sengaja memicu konflik demi mengamankan kompensasi finansial bernilai fantastis?

Ruben Amorim
Sumber :
  • Reuters/Andrew Boyers

Posisi Amorim di Old Trafford mulai goyah sehari sebelum pemecatan resmi diumumkan.

Seusai Manchester United bermain imbang melawan Leeds United, pelatih asal Portugal tersebut menyampaikan kritik secara terbuka kepada manajemen klub.

Ia menegaskan keinginannya untuk berperan sebagai “manajer” penuh, bukan hanya “kepala pelatih”. 

Amorim juga menuntut keleluasaan dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan aspek teknis tim dan kebijakan transfer pemain, tanpa campur tangan berlebihan dari pihak manajemen.

Alih-alih menjadi ruang klarifikasi, pernyataan itu justru dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas klub.

Situasi internal yang sudah panas pun semakin sulit dikendalikan, hingga akhirnya Manchester United memilih jalan ekstrem: mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Kontroversi kian melebar setelah pengamat sepak bola Inggris, Simon Jordan, angkat bicara.

Dalam pernyataannya di talkSPORT, Jordan menilai cara Amorim menyampaikan kritik memiliki kemiripan dengan sejumlah kasus pelatih lain yang berujung pemecatan.

“Saya mendengarkan Amorim kemarin dan juga mendengarkan Enzo Maresca, dan saya tidak merasa apa yang ia katakan itu terlalu kontroversial,” ujar Jordan.

“Ia sedang menyampaikan pandangannya tentang peran apa yang menurutnya harus ia miliki, tetapi meminta orang lain untuk melakukan tugasnya bukan hal yang sama dengan mengatakan bahwa ia mengalami 48 jam terburuk dalam hidupnya dan tidak mendapat dukungan.”

Meski demikian, Jordan tetap menganggap pendekatan tersebut keliru.

“Jadi saya melihatnya sebagai sesuatu yang sangat tidak profesional, dan itulah yang terlalu sering ditunjukkan para manajer akhir-akhir ini. Saya juga menganggap Maresca tidak profesional,” tegasnya.

Jordan juga mengkritik keras kebiasaan menyampaikan persoalan internal melalui media.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Teater Musikal “Bukan Cinta Galih/Ratna” Hadirkan Tafsir Baru Kisah Legendaris
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Resmikan Sekber GKSR, OSO: Mewakili 17 Juta Suara Tidak Terakomodir
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Kalsel, Gibran Rakabuming Raka Jamin Akan Hal Ini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Demo di Iran yang Semakin Meluas
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.