VATIKAN, KOMPAS.TV - Paus Leo XIV secara simbolis mengakhiri Tahun Yubelium Pengharapan 2025 dengan menutup Porta Santa (Pintu Suci) Basilika St. Petrus, Vatikan, Selasa (6/1), pukul 10.00 waktu Roma.
Akhir Tahun Yubileum 2025 kemudian dilanjutkan dengan Misa Epifani (Penampakan Tuhan), yang diikuti 5.800 umat, termasuk Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci, Vatikan.
Selama setahun lebih, Lapangan Santo Petrus dan tiga basilika Vatikan lainnya, Basilika St Paulus di luar Tembok, Basilika Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore, ramai dikunjungi peziarah dari berbagai negara.
Di empat basilika tersebut, sepanjang Tahun Yubileum 2025, peziarah melafalkan doa dan nyanyian dalam berbagai bahasa. Ada yang berbahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jepang, China, Korea, Filipina, Portugal, Indonesia, dan banyak lainnya.
Uskup Agung Rino Fischella, pro-prefect of the Dicastery for Evangelization, menyatakan hampir 33,5 juta peziarah datang ke Roma sepanjang Tahun Yubelium 2025. Peziarah berasal dari 185 negara, termasuk Indonesia. Sebanyak 7.000 relawan pun ambil bagian sepanjang Tahun Jubelium dalam berbagai acara.
Mayoritas peziarah datang dari Eropa, yaki hampir 33,5 juta orang atau 62 persen. Peziarah terbanyak kedua dari Amerika Utara (17 persen), sisanya dari pelosok dunia lainnya. Negara dengan peziarah terbanyak adalah Italia, disusul AS, Spanyol, Brasilia, dan Polandia.
Tahun Yubelium Pengharapan (Tahun Suci) 2025 sendiri dimulai pada tanggal 24 Desember 2024, pukul 19.00 yang ditandai dengan pembukaan Porta Santa, Pintu Suci, Basilika St. Patrus oleh Paus Fransiskus. Kemudian dilanjutkan dengan Misa Malam Natal. Saat itu, Paus Fransiskus menjelaskan bulla atau dekrit Yubelium Pengharapan yakni Spes non Confundit, Pengharapan tidak Mengecewakan.
Kata Paus Fransiskus, setiap orang tahu apa artinya berharap. Di dalam hati setiap orang, harapan berdiam sebagai hasrat dan harapan akan hal-hal baik yang akan datang, meskipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Meskipun demikian, ketidakpastian tentang masa depan terkadang dapat menimbulkan perasaan yang saling bertentangan, mulai dari keyakinan yang kuat hingga kekhawatiran, dari ketenangan hingga kecemasan, dari keyakinan yang kuat hingga keraguan.
Baca Juga: Menag Jadi Pembicara di Vatikan, Kenang Kebersamaannya Bersama Paus Fransiskus
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- tahun yubileum 2025
- tahun yubileum
- pausl leo xiv
- kbri vatikan
- peziarah vatikan




