Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin angkat bicara soal maraknya konten kreator atau influencer yang mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadinya.
Iman memastikan bahwa pihaknya akan menangani semua laporan yang dilakukan oleh masyarakat.
“Pasti akan tangani dan akan melakukan penegakan hukum terhadap semua laporan masyarakat yang masuk pada kami,” ujar Iman, kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Sementara itu Iman mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan tindakan preventif, preemtif, dan upaya penegakan hukum akan dilakukan secara simultan.
“Dengan masyarakat kita terus bangun komunikasi supaya kesadaran hukum menjaga lingkungan yg lebih aman bagi warganya kita lakukan juga selain kita melakukan penegakan hukum, sebagai upaya pemeliharaan kamtibmas,” jelas Iman
Untuk diketahui, sejumlah kreator konten atau influencer mendapat ancaman dan teror di kediaman pribadi mereka, yakni Ramon Dony Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.
Adapun DJ Donny telah melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tidak dikenal, dan menyebut teror itu sudah terjadi dua kali yakni pada Senin (29/12) dan Rabu (31/12) dini hari.
"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.
Sherly Annavita juga mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tidak dikenal, sementara Chiki Fawzi mendapat ancaman digital. Para influencer tersebut mengaku mendapat teror setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Sumatera oleh pemerintah.
Selain itu, Greenpeace Indonesia menyampaikan salah satu aktivisnya, Iqbal Damanik, turut mendapat ancaman teror di rumahnya. Teror itu berupa pengiriman bangkai ayam dan pesan bernada ancaman yang dituliskan pada secarik kertas.
"Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu," sebagaimana dikutip dari pernyataan Greenpeace Indonesia melalui akun Instagram resminya.(ars/raa)



