Eropa-Kanada Kompak Dukung Greenland, Tolak Klaim Trump

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Negara-negara besar Eropa bersama Kanada menyatakan dukungan tegas terhadap Greenland dan menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan menegaskan pulau Arktik tersebut merupakan hak rakyatnya dan bukan objek pengambilalihan.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Denmark menegaskan bahwa keputusan terkait Greenland sepenuhnya berada di tangan Denmark dan Greenland.

“Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak menentukan hal-hal yang berkaitan dengan Denmark dan Greenland,” jelas pernyataan bersama tersebut dilansir dari Reuters, Kamis (9/1/2026).

Adapun, Kanada dan Belanda turut menyatakan dukungan atas pernyataan tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Para pemimpin Eropa menekankan bahwa keamanan di kawasan Arktik harus dijaga secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat.

“NATO telah menegaskan bahwa kawasan Arktik merupakan prioritas, dan sekutu Eropa meningkatkan peran mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga

  • Trump Ingin Kuasai Greenland setelah Serang Venezuela, Picu Peringatan Keras Denmark
  • Trump Kaji Strategi Caplok Greenland, Operasi Militer Jadi Opsi

Trump dalam beberapa hari terakhir kembali menyatakan keinginannya untuk menguasai Greenland—gagasan yang pertama kali dia lontarkan pada 2019 saat menjabat presiden periode pertama. Trump beralasan Greenland penting bagi kepentingan militer AS dan menilai Denmark belum cukup melindungi wilayah tersebut.

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller pada Senin menepis kekhawatiran terkait kedaulatan Denmark atas Greenland.

“Anda bisa berbicara soal etika internasional dan hal lainnya, tetapi dunia nyata diatur oleh kekuatan, oleh paksaan, dan oleh kekuasaan,” ujar Miller.

Operasi militer AS yang menangkap pemimpin Venezuela pada akhir pekan lalu memicu kekhawatiran bahwa Greenland dapat menghadapi skenario serupa. Pemerintah Greenland sendiri berulang kali menyatakan tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Menanggapi pertanyaan soal kepercayaannya terhadap Trump, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyatakan negaranya mempercayai keanggotaan dalam aliansi militer NATO, yang turut didirikan oleh Denmark bersama AS dan negara lain.

Rasmussen juga menepis pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut Denmark tidak mampu melindungi Greenland.

“Kami tidak sepakat dengan gambaran bahwa Greenland dipenuhi investasi China atau kapal perang China berlayar hilir mudik di sana,” ujarnya. 

Dia juga menambahkan bahwa AS tetap dipersilakan meningkatkan investasinya di pulau tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Greenland menyatakan telah meminta pertemuan mendesak dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bersama Rasmussen untuk membahas situasi tersebut.

Sebagai upaya meredam kritik AS atas kemampuan pertahanan Greenland, Denmark tahun lalu berjanji mengalokasikan dana 42 miliar kroner Denmark atau sekitar US$6,58 miliar untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan Arktik.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut dukungan para pemimpin Eropa tersebut dan kembali menyerukan dialog yang saling menghormati dengan Amerika Serikat.

Utusan Khusus AS Jeff Landry, menanggapi pernyataan bersama Eropa itu, mengatakan isu keamanan harus menjadi perhatian utama Amerika Serikat. Saat ditanya apakah keamanan Greenland seharusnya ditangani bersama NATO, Landry mengatakan hal tersebut harus ditanyakan kepada rakyat Greenland.

Trump menunjuk Landry, Gubernur Louisiana dari Partai Republik, sebagai utusan khusus AS untuk Greenland bulan lalu, dengan mandat untuk memimpin upaya terkait pulau tersebut. Landry menyatakan Trump menawarkan peluang ekonomi bagi Greenland dan menilai presiden AS tidak akan mengambil wilayah itu dengan kekuatan militer.

“Saya pikir presiden mendukung Greenland yang independen dengan ikatan ekonomi dan peluang perdagangan bagi Amerika Serikat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa AS memiliki lebih banyak tawaran dibandingkan Eropa.

Greenland, pulau terbesar di dunia dengan populasi sekitar 57.000 jiwa, bukan merupakan anggota independen NATO, namun berada di bawah payung keanggotaan Denmark dalam aliansi tersebut.

Lokasi strategis Greenland di antara Eropa dan Amerika Utara menjadikannya titik penting dalam sistem pertahanan rudal balistik AS. Kekayaan mineralnya juga sejalan dengan ambisi Washington untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor China.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BeauPicks: 5 Benda Portable yang Cocok untuk Anak Kos, Bikin Hidup Lebih Praktis!
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pernah Hadapi Keduanya, Michael Chandler Jagokan Justin Gaethje atas Paddy Pimblett di UFC 324
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Nikmati Sensasi Berlibur Akhir Pekan dengan Melihat Benda Luar Angkasa di Planetarium, Begini Rute Transjakartanya!
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah Pastikan Victor Luiz Tak ke Persebaya Surabaya, Pelatih PSM Tomas Trucha Kirim Sinyal Rekrut Bek Kiri Tambahan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Yudi Purnomo Desak KPK Umumkan Tersangka Kasus Kuota Haji
• 2 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.