Ada Bukti Baru Kaitan Pengawet Makanan dengan Peningkatan Risiko Diabetes Tipe 2

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Konsumsi pengawet makanan yang lebih tinggi, yang banyak digunakan dalam makanan dan minuman olahan industri untuk memperpanjang masa simpannya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Temuan ini memberikan bukti baru tentang pentingnya konsumsi makanan segar dan minim pengolahan, terutama membatasi penggunaan zat aditif demi kesehatan.

Penelitian yang mengungkap kaitan pengawet makanan dengan dibates tipe 2 ini dilakukan oleh para peneliti dari Inserm, INRAE, Universitas Sorbonne Paris Nord, Universitas Paris Cité, dan Cnam, yang tergabung dalam Tim Penelitian Epidemiologi Gizi (CRESS-EREN). Temuan ini didasarkan pada data kesehatan dan diet dari lebih dari 100.000 orang dewasa, dan dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada Rabu (7/1/2026)..

Pengawet termasuk dalam kelompok aditif makanan dan banyak digunakan oleh industri makanan di seluruh dunia. Dari 3,5 juta makanan dan minuman yang terdaftar dalam basis data Open Food Facts World pada 2024, lebih dari 700.000 mengandung setidaknya satu zat ini.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Inserm, aditif dengan sifat pengawet telah dikelompokkan menjadi dua kategori. Keduanya yaitu non-antioksidan (yang menghambat pertumbuhan mikroba atau memperlambat perubahan kimia yang menyebabkan pembusukan makanan) dan antioksidan (yang menunda atau mencegah pembusukan makanan dengan menghilangkan atau membatasi kadar oksigen dalam kemasan).

Pada kemasan, umumnya sesuai dengan kode Eropa antara E200 dan E299 (untuk pengawet dalam arti sempit) dan antara E300 dan E399 (untuk aditif antioksidan).

Merusak sel dan DNA

Studi eksperimental sebelumnya menunjukkan bahwa pengawet tertentu dapat merusak sel dan DNA serta memiliki efek buruk pada metabolisme. Misalnya, studi Zengin N dan tim di jurnal Food and Chemical Toxicology (2010) dengan pendekatan in vitro terhadap limfosit manusia menunjukkan bahwa sodium benzoate dan potassium benzoate dapat menyebabkan peningkatan kerusakan DNA pada sel manusia dibanding kontrol. Ini menunjukkan efek buruk pengawet ini pada tingkat seluler.

Namun, hubungan antara aditif ini dan diabetes tipe 2 masih perlu dibuktikan. Direktur Penelitian Inserm, Mathilde Touvier yang memimpin kajian ini mengatakan, timnya berupaya untuk meneliti hubungan antara paparan pengawet ini dan diabetes tipe 2. Tim tersebut menggunakan data yang diberikan oleh lebih dari 100.000 orang dewasa Perancis yang berpartisipasi dalam studi NutriNet-Santé.

Hasil tersebut konsisten dengan data eksperimental yang menunjukkan efek berbahaya dari beberapa senyawa ini.

Antara tahun 2009 dan 2023, para sukarelawan melaporkan riwayat medis mereka, data sosiodemografis, kebiasaan aktivitas fisik, dan informasi tentang gaya hidup dan status kesehatan mereka. Mereka juga secara teratur memberikan informasi rinci tentang konsumsi makanan mereka dengan mengirimkan catatan lengkap kepada para ilmuwan yang mencakup beberapa periode 24 jam, termasuk nama dan merek produk industri yang mereka konsumsi.

Informasi ini, yang dikaitkan dengan beberapa basis data (Open Food Facts, Oqali, EFSA) dan dikombinasikan dengan pengukuran zat tambahan dalam makanan dan minuman, memungkinkan untuk menilai paparan peserta terhadap zat tambahan, khususnya pengawet, selama penelitian berlangsung.

”Ini adalah studi pertama di dunia tentang hubungan antara zat aditif pengawet dan kejadian diabetes tipe 2. Meskipun hasilnya perlu dikonfirmasi, hasil tersebut konsisten dengan data eksperimental yang menunjukkan efek berbahaya dari beberapa senyawa ini,” jelas Touvier.

Risiko diabetes

Selain jumlah total pengawet (58 yang terdeteksi dalam catatan makanan peserta; 33 pengawet dalam arti sebenarnya dan 27 zat tambahan antioksidan), 17 zat dianalisis secara individual terkait dengan patologi yang dipelajari. Ke-17 pengawet tersebut adalah yang dikonsumsi oleh setidaknya 10 persen peserta kohort.

Analisis tersebut telah mempertimbangkan profil sosiodemografis peserta, konsumsi tembakau dan alkohol mereka, kualitas nutrisi diet mereka (kalori, gula, garam, lemak jenuh, serat, dll), dan banyak faktor lain yang dapat membiaskan hubungan yang dipelajari. Antara tahun 2009 dan 2023, terdapat 1.131 kasus diabetes tipe 2 diidentifikasi di antara 108.723 peserta dalam penelitian ini.

Konsumsi aditif pengawet secara keseluruhan, pengawet non-antioksidan, dan aditif antioksidan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan kejadian diabetes tipe 2, masing-masing sebesar 47 persen, 49 persen, dan 40 persen, dibandingkan dengan tingkat konsumsi terendah.

Baca JugaJangan Biarkan Makanan Olahan Ultra Mendominasi Pangan Kita

Dari 17 pengawet yang diteliti secara individual, konsumsi yang lebih tinggi dari 12 di antaranya dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Pengawet makanan non-antioksidan yang banyak digunakan (kalium sorbat (E202), kalium metabisulfit (E224), natrium nitrit (E250), asam asetat (E260), natrium asetat (E262) dan kalsium propionat (E282)) dan aditif antioksidan (natrium askorbat (E301), alfa-tokoferol (E307), natrium eritrobat (E316), asam sitrat (E330), asam fosfat (E338) dan ekstrak rosemary (E392)).

Anaïs Hasenböhler, mahasiswa doktoral di EREN yang turut dalam penelitian ini mengatakan, ”Secara lebih luas, data baru ini menambah data lain yang mendukung penilaian ulang peraturan yang mengatur penggunaan umum aditif makanan oleh industri makanan untuk meningkatkan perlindungan konsumen.”

Menurut Touvier, penelitian ini sekali lagi membenarkan rekomendasi yang dibuat oleh Program Gizi dan Kesehatan Nasional Perancis kepada konsumen untuk lebih menyukai makanan segar dan minim pengolahan serta membatasi penggunaan aditif yang tidak perlu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Baru Sebulan Bebas, Residivis Jambret Ditangkap Lagi Usai Gasak iPhone Jemaat Gereja di Kelapa Gading
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Kenaikan Tarif Transjakarta Ditunda, Ini Alasannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
39 Personel TNI Berprestasi di SEA Games 2025, Terima Penghargaan Kenaikan Pangkat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ada Program B40, Impor Solar RI Turun 3 Juta Ton di 2025
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
3 Pemain Plus Pelatih Terbaik Pekan 16 BRI Super League: Kekuatan Legiun Asing
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.