FAJAR, JAKARTA — Pemerintah resmi memulai rangkaian rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026. Tahap awal ditandai dengan dibukanya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHam). Di saat bersamaan, perhatian publik mulai bergeser ke satu pertanyaan besar yang terus mengemuka: kapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan dibuka?
Seleksi PPPK KemenHam 2026 telah dibuka sejak 7 Januari dan akan berlangsung hingga 23 Januari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, seiring terbukanya kembali peluang bergabung menjadi ASN setelah beberapa tahun terakhir seleksi didominasi jalur PPPK.
Pada rekrutmen tahun ini, KemenHam menyediakan 500 formasi yang tersebar di unit pusat hingga 38 kantor wilayah di seluruh Indonesia. Formasi tersebut difokuskan pada jabatan fungsional yang membutuhkan keahlian dan pengalaman kerja tertentu, mulai dari analis sumber daya manusia aparatur, perencana, penata layanan operasional, hingga tenaga kesehatan.
Pembukaan PPPK ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang masih memprioritaskan penataan tenaga non-ASN atau honorer. Sejalan dengan Undang-Undang ASN terbaru, PPPK kini memiliki kedudukan setara dengan PNS, termasuk dalam hal pengembangan kompetensi, penghargaan kinerja, jaminan sosial, dan perlindungan hukum.
Namun, di balik berlangsungnya seleksi PPPK, perhatian publik tak terelakkan mengarah pada agenda besar berikutnya: seleksi CPNS 2026.
CPNS 2026 Masuk Tahap Persiapan
Pemerintah memastikan bahwa seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk CPNS 2026, sedang dipersiapkan, meski belum dibuka secara resmi. Proses ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), dengan dukungan BKN serta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa pembahasan CASN 2026 sudah dilakukan di berbagai forum. Namun, hingga awal Januari 2026, pemerintah masih menunggu usulan kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.
“Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar Zudan Arif Fakrulloh, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, seleksi CPNS tidak akan dibuka sebelum seluruh kebutuhan pegawai dihitung secara matang. Pemerintah ingin memastikan bahwa rekrutmen ASN benar-benar berbasis kebutuhan riil, bukan sekadar membuka lowongan dalam jumlah besar tanpa perencanaan jangka panjang.
Regenerasi ASN Jadi Fokus, Fresh Graduate Dapat Sinyal Positif
Menteri PANRB, Rini Widyantini, sebelumnya telah memberi sinyal kuat bahwa seleksi CPNS ke depan akan lebih berpihak pada regenerasi birokrasi. Lulusan baru atau fresh graduate disebut akan mendapat porsi lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“ Tentunya saya sangat concern terhadap bagaimana regenerasi untuk para ASN dan tentunya para fresh graduate. Kemarin kita memang banyak fokus untuk menyelesaikan tenaga honorer,” ujar Rini pada Desember 2025 lalu.
Rini menegaskan, dalam beberapa tahun ke depan, gelombang pensiun ASN akan terus meningkat. Kondisi ini menuntut masuknya tenaga muda yang adaptif, melek teknologi, dan mampu bekerja dalam sistem birokrasi yang semakin digital dan berbasis kinerja.
“Ke depannya saya berharap bisa fokus kepada para fresh graduate untuk ikut serta menjadi bagian dari birokrasi,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi generasi muda yang selama ini menilai peluang CPNS semakin terbatas akibat dominasi jalur PPPK.
Menunggu Peta Kebutuhan 48 Kementerian dan Lembaga
Rini Widyantini juga menjelaskan bahwa pembukaan seleksi CASN 2026 akan berbasis analisis kebutuhan jangka menengah dan panjang. Saat ini, terdapat 48 kementerian dan lembaga yang diminta menyusun peta kebutuhan pegawai sesuai strategi pembangunan lima tahun ke depan.
Bukan sekadar menghitung kekurangan pegawai, tetapi menyesuaikan kompetensi ASN dengan arah kebijakan nasional.
“Untuk tahun 2026, karena kementeriannya sudah ada 48, saya sudah meminta mereka melakukan analisis kebutuhan sesuai strategi lima tahun ke depan,” jelas Rini.
Pendekatan ini diharapkan membuat rekrutmen CPNS lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Lalu, Kapan Tes CPNS 2026 Dibuka?
Hingga awal Januari 2026, belum ada jadwal resmi pembukaan pendaftaran CPNS 2026. Pemerintah masih berada pada tahap pengumpulan dan verifikasi kebutuhan formasi dari seluruh instansi pusat dan daerah.
Jika merujuk pada pola tahun-tahun sebelumnya, seleksi CPNS biasanya dibuka setelah tahapan besar PPPK berjalan atau mendekati akhir. Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi dari KemenPANRB dan BKN, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Sambil menunggu kepastian CPNS 2026, pemerintah mengajak masyarakat memanfaatkan peluang yang sudah terbuka, termasuk seleksi PPPK KemenHam yang saat ini masih berlangsung.
Satu hal yang kini semakin jelas: PPPK menjadi jalur penguatan tenaga fungsional berpengalaman, sementara CPNS disiapkan sebagai pintu regenerasi ASN dan ruang baru bagi generasi muda masuk birokrasi.





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F29%2F2c4ef76c4ecdda7fdc66e74d99c8e29d-20251229BAH13.jpg)