MERAHPUTIH.COM - DINAS Bina Marga DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu pekan depan. Kepala Dinas Bina Marga Jakarta Heru Suwondo mengatakan waktu pembongkaran monorel itu dilakukan pada malam hari, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di jam sibuk.
"Kalau pembongkaran, kami upayakan malam hari supaya tidak mengganggu," kata Heru di Jakarta, Rabu (7/1).
Lebih lanjut, Heru menyebut pihaknya tidak akan menutup jalan dalam pelaksanaan pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai dua dekade itu. "Kami tidak menutup jalan. Agak terganggu sedikit ya karena kami pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kami buka semua full," tuturnya.
Dalam pembersihan tiang monorel itu, Dinas Bina Marga DKI mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem Wibi Andrino mendukung keputusan Gubernur Pramono Anung membongkar tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Menurut dia, pembongkaran tiang monorel itu merupakan langkah tepat. Pasalnya, tiang-tiang itu terbengkalai sekitar 20 tahun dan merusak estetika kota.
Baca juga:
Pemprov DKI Siap Sulap Tiang Monorel di Rasuna Said Jadi Trotoar Estetik, Dikerjakan Mulai Pekan Depan
Meski begitu, ia mengingatkan agar Pemprov DKI mengutamakan aspek keamanan dalam proses pembongkaran. Hal itu demi mencegah munculnya masalah baru, seperti gangguan keselamatan dan kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, ia menyarankan pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari agar tak mengganggu kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kemacetan.
"Faktor keamanan itu penting. Baik untuk pekerja maupun pengguna jalan. Kalau bisa, pembongkaran dilakukan pada malam hari atau jangan pada jam sibuk," cetusnya.(Asp)
Baca juga:
Pimpinan DPRD DKI Minta Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Malam Hari




