Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian bencana Sumatra. Langkah ini dilakukan karena pengungsian masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana, khususnya penyakit campak.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan terintegrasi. Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat-obatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare.
“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2025).



