Super Flu Lebih Berisiko pada Anak, IDAI Ungkap Gejala Bahaya yang Wajib Diwaspadai Orang Tua

kompas.tv
23 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi flu pada anak. (Sumber: Envato/OlgaKhorkova)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Kasus influenza A (H3N2) atau yang populer disebut super flu dinilai lebih berisiko pada anak-anak, terutama balita. Orang tua diminta tidak menyamakan kondisi ini dengan batuk pilek biasa, karena pada anak gejalanya bisa muncul lebih berat dan berujung pada kondisi serius bila terlambat ditangani.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, kerentanan anak terhadap super flu berkaitan dengan dua faktor utama, yakni sistem imun yang belum matang dan struktur saluran pernapasan yang masih sempit.

“Anak-anak karena mekanisme imunitasnya masih belum matang. Selain itu, struktur saluran pernapasan pada anak relatif lebih sempit dibandingkan orang dewasa. Jadi kalau terjadi gangguan, gejalanya bisa muncul lebih berat,” kata Piprim dalam wawancara Kompas Siang, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Pemerintah Daerah Siapkan Antisipasi Penyebaran Lebih Luas

Menurut dia, kondisi tersebut membuat balita menjadi kelompok yang sangat rentan bila terpapar influenza A (H3N2). Gangguan yang pada orang dewasa tergolong ringan, pada anak bisa berkembang cepat menjadi berat.

Influenza vs Batuk Pilek Biasa

Piprim mengingatkan bahwa banyak orang tua masih keliru membedakan antara common cold atau selesma dengan influenza yang sebenarnya. Pada batuk pilek biasa, anak umumnya hanya mengalami pilek dan batuk ringan, kadang disertai demam yang tidak tinggi.

“Pada common cold, anak biasanya masih aktif, masih lari ke sana kemari,” ujarnya.

Sementara pada influenza A (H3N2), gejala yang muncul cenderung lebih berat. Anak mengalami demam tinggi, kelelahan yang nyata, sakit kepala, serta nyeri-nyeri otot. Kondisi ini membuat anak tampak lemas, lebih banyak rebah, dan tidak seaktif biasanya.

“Nah, ini yang perlu diwaspadai. Anak-anak dengan influenza yang benar itu cenderung tidak aktif,” kata Piprim.

Baca Juga: Waspada Super Flu! Kemenkes Catat 62 Kasus di 8 Provinsi hingga Akhir Desember 2025

Tanda Bahaya yang Harus Segera Ditangani

IDAI menekankan pentingnya orang tua mengenali tanda-tanda bahaya pada anak yang terinfeksi super flu. Beberapa gejala yang menjadi sinyal darurat antara lain sesak napas, napas cepat, demam lebih dari 40 derajat Celsius, kejang, hingga perubahan warna kebiruan pada bibir atau mulut.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • super flu pada anak
  • superflu anak
  • influenza A H3N2
  • gejala super flu anak
  • IDAI
  • Piprim Basarah Yanuarso
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG: Cuaca Ekstrem Sebabkan Gelombang Tinggi Landa Perairan Selatan Jateng, Ombak Capai 4 Meter
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Peraih Medali Emas Tunggal Terima Bonus 1 Miliar Rupiah, Terbesar Sepanjang Sejarah
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Meski Sempat Libur Panjang, Purbaya Yakin Program MBG Bisa Cepat Serap Anggaran di Kuartal I 2026
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Publik Tolak Pilkada Melalui DPRD, Rakyat Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Suap Ijon Proyek, HM Kunang Kerap Jual Nama Anaknya untuk Minta Uang
• 50 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.