KRL Rangkasbitung–Tanah Abang Terlambat akibat Motor Tertemper Kereta

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami keterlambatan, Kamis (8/1/2026) pagi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menjelaskan keterlambatan terjadi akibat adanya sepeda motor yang tertemper kereta di antara Stasiun Daru dan Stasiun Parung Panjang.

Akibatnya, perjalanan KRL tertunda sekitar tujuh menit.

“Pagi ini ada keterlambatan 1 KA kurang lebih 7 menit karena ada sepeda motor yang menemper KRL di jalur hilir antara Stasiun Daru - Stasiun Parung Panjang,” ujar Karina saat dikonfirmasi, Kamis.

Baca juga: KRL Rangkasbitung–Tanah Abang Terlambat, Penumpang Menumpuk di Stasiun Rawa Buntu

Usai kejadian, petugas langsung melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan kondisi rangkaian dan jalur tetap aman dilalui.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Penumpukan Penumpang , KRL Rangkasbitung Tanah Abang, Keterlambatan KRL, Sepeda motor tertemper kereta&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8wOTM2MDI3MS9rcmwtcmFuZ2thc2JpdHVuZ3RhbmFoLWFiYW5nLXRlcmxhbWJhdC1ha2liYXQtbW90b3ItdGVydGVtcGVyLWtlcmV0YQ==&q=KRL Rangkasbitung–Tanah Abang Terlambat akibat Motor Tertemper Kereta§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Setelah dinyatakan aman, perjalanan KRL kembali dijalankan secara bertahap.

“Perjalanan sudah kembali normal,” kata Karina.

Keterlambatan ini sempat memicu penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infotangerang.id, disebutkan penumpang menumpuk pada Kamis (8/1/2026) pagi akibat perjalanan KRL yang terlambat.

“Sering terlambat, KRL Rangkas-Tanah Abang dikeluhkan warganet karena picu penumpukan,” tulis keterangan tersebut.

Baca juga: Nekat Pakai Seragam Pramugari, Penumpang Batik Air Ditangkap di Bandara Soetta

Area peron Stasiun Rawa Buntu tampak dipenuhi para penumpang yang hilir mudik.

Ketika rangkaian tiba, mereka bergegas mendekat ke pintu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Namun karena ruang di dalam gerbong sudah penuh, banyak penumpang kesulitan naik.

Terlihat beberapa orang menempel di ambang pintu, ada yang berpegangan di atas, bahkan sebagian tetap memaksa masuk meski kondisi sudah padat dan berdesakan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seperti Apa Kasus Izin Tambang di Konawe Utara yang Diusut Kejagung?
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Militer AS Menangkap Maduro dalam 5 Jam, Para Ahli : Senjata Tiongkok Mudah Dikalahkan
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Wakil Ketua Komisi III DPR: Sudah Sepakat, Polri Tetap di Bawah Presiden
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Cetak Gol di Menit 95, PSG Juara Trophée des Champions Lewat Adu Penalti
• 3 jam laluharianfajar
thumb
PU Kirim Personel dan Alat Berat Atasi Banjir Sitaro
• 14 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.