Militer AS Menangkap Maduro dalam 5 Jam, Para Ahli : Senjata Tiongkok Mudah Dikalahkan

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

Dalam operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Venezuela, militer AS berhasil menangkap Nicolás Maduro. Militer AS mundur dengan selamat dalam waktu kurang dari lima jam. Operasi ini bukan hanya membuktikan kemampuan tempur nyata militer AS, tetapi juga secara langsung meruntuhkan ilusi senjata yang dibesar-besarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat parade militer “9.3”.

EtIndonesia. Militer AS memberi sandi operasi ini “Operation Absolute Resolve” (Operasi Tekad Mutlak). Sejak Presiden Trump mengeluarkan perintah pada 2 Januari pukul 22.46 , pasukan AS memasuki wilayah Venezuela dan mulai bertindak. Hingga 3 Januari pukul 03.20 dini hari, Maduro dan istrinya telah dibawa pergi. Seluruh operasi berlangsung kurang dari lima jam.

Ketidakmampuan total militer Venezuela dalam menghadapi operasi ini juga mengguncang kepemimpinan di Zhongnanhai (pusat kekuasaan PKT).

Menurut laporan, selama bertahun-tahun militer Venezuela telah menghabiskan dana besar untuk membeli peralatan militer buatan Tiongkok, termasuk jaringan pertahanan udara dengan radar anti-siluman JY-27 sebagai inti, kendaraan serbu amfibi VN-16, kendaraan tempur infanteri VN-18, serta sistem roket peluncur ganda SR-5.

Pada September tahun lalu, PKT dengan gembar-gembor mengklaim dalam “parade militer besar” bahwa senjata dan sistem tempurnya yang disebut-sebut canggih berada “di garis terdepan dunia”. Namun, hasil nyata di medan perang Venezuela langsung membuat apa yang disebut “mitos persenjataan PKT” runtuh seketika.

“Sistem radar deteksi yang dijual PKT kepada Venezuela sama sekali tidak berfungsi. Maduro hampir ditangkap oleh pasukan khusus Amerika dalam keadaan tidur. Dalam parade militer 9.3 tahun lalu, kita melihat seolah-olah senjata Tiongkok begitu maju dan berteknologi tinggi. Namun ketika benar-benar diuji dalam situasi nyata, terlihat jelas bahwa kualitasnya sangat patut dipertanyakan,” ujar Wakil Profesor Ilmu Politik Universitas Nasional Taiwan, Chen Shimin. 

Para pakar juga menunjukkan bahwa di bawah sistem PKT, data penelitian dan pengembangan industri militer serta latihan militer sering dimanipulasi dan diperindah berlapis-lapis, serta minim verifikasi tempur nyata. Begitu menghadapi pola operasi militer AS yang sangat terintegrasi dan berkeputusan cepat, kelemahan fatal langsung diperbesar dalam sekejap.

“Ini membuktikan bahwa PKT selama ini hanya membual. Senjata-senjata mereka sama sekali tidak tahan uji. Hal ini seharusnya membuat rakyat Taiwan semakin percaya diri untuk mempertahankan Taiwan dan melawan agresi PKT. Jika Xi Jinping bersikeras menyerbu Taiwan, para jenderal di bawahnya tahu bahwa begitu perang pecah, mereka semua akan tamat,” ujar juru bicara berbahasa Mandarin World Uyghur Congress, Ilshat Hassan. 

Analisis menyebutkan bahwa operasi militer AS ini setara dengan memberikan “contoh nyata dari medan perang” kepada dunia: rezim mana pun yang salah menilai kekuatan militer AS dan terlalu mempercayai persenjataan PKT, bisa saja mengulangi nasib Maduro. (Hui)

Laporan wawancara oleh  reporter New Tang Dynasty Television: Li Yun dan Qiu Yue


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masih Buron, Iman P2G Bongkar Jejak Karier Jurist Tan, pernah Jadi Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden era Jokowi
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Di Tengah Heboh Kasus 7 Pemain Naturalisasi Ilegal! FAM Pulihkan Jabatan Datuk Noor Azman
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Targetkan 82,9 Juta Warga Terima MBG di 2026: Sesuai Instruksi Presiden Zero Defect
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Peduli Penerangan Dapil, Tujuh Anggota DPRD Bulukumba Usulkan PJU di TA 2025
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Pemuda NU dan Muhammadiyah Laporkan Pandji ke Polisi, Netflix Ikut Terancam
• 3 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.