Beijing (ANTARA) - China menyumbang lebih dari 60 persen pertumbuhan paket kurir global selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), dengan volume paket tahunannya melonjak hingga hampir 200 miliar, demikian tunjuk data resmi yang dirilis pada Rabu (7/1).
Pendapatan industri pos mencapai 1,8 triliun yuan (1 yuan = Rp2.401) atau sekitar 256,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.762) pada 2025, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan lebih dari 10 persen selama periode lima tahun tersebut, menurut data yang dirilis dalam konferensi kerja pos nasional.
Ekspansi pesat sektor ini mendorong peningkatan penggunaan per kapita menjadi 141 paket per tahun, sementara puncak volume harian mencapai 777 juta barang selama periode tersebut.
"Di dalam negeri, periode lima tahun itu mengalami dorongan besar untuk meningkatkan aksesibilitas logistik. Layanan pengiriman gratis e-commerce diperluas ke daerah-daerah terpencil, termasuk Xinjiang dan Xizang," kata Kepala Biro Pos Negara China Zhao Chongjiu.
Zhao mengatakan pangsa aktivitas kurir di kawasan China bagian tengah dan barat meningkat secara signifikan, membantu daerah-daerah tersebut berintegrasi dengan lebih baik ke pasar nasional.
Sektor ini juga mengalami transformasi berteknologi tinggi. Pusat penyortiran berskala besar kini sebagian besar telah terotomatisasi, sementara drone dan kendaraan otonomos mulai digunakan dalam operasi rutin.
Ke depannya, untuk 2026, Zhao mengatakan biro tersebut akan mendorong peluncuran teknologi pengiriman nirawak serta logistik hijau. Biro itu juga berkomitmen memperkuat layanan internasional dengan memperluas gudang di luar negeri dan pusat kargo udara.
Pendapatan industri pos mencapai 1,8 triliun yuan (1 yuan = Rp2.401) atau sekitar 256,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.762) pada 2025, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan lebih dari 10 persen selama periode lima tahun tersebut, menurut data yang dirilis dalam konferensi kerja pos nasional.
Ekspansi pesat sektor ini mendorong peningkatan penggunaan per kapita menjadi 141 paket per tahun, sementara puncak volume harian mencapai 777 juta barang selama periode tersebut.
"Di dalam negeri, periode lima tahun itu mengalami dorongan besar untuk meningkatkan aksesibilitas logistik. Layanan pengiriman gratis e-commerce diperluas ke daerah-daerah terpencil, termasuk Xinjiang dan Xizang," kata Kepala Biro Pos Negara China Zhao Chongjiu.
Zhao mengatakan pangsa aktivitas kurir di kawasan China bagian tengah dan barat meningkat secara signifikan, membantu daerah-daerah tersebut berintegrasi dengan lebih baik ke pasar nasional.
Sektor ini juga mengalami transformasi berteknologi tinggi. Pusat penyortiran berskala besar kini sebagian besar telah terotomatisasi, sementara drone dan kendaraan otonomos mulai digunakan dalam operasi rutin.
Ke depannya, untuk 2026, Zhao mengatakan biro tersebut akan mendorong peluncuran teknologi pengiriman nirawak serta logistik hijau. Biro itu juga berkomitmen memperkuat layanan internasional dengan memperluas gudang di luar negeri dan pusat kargo udara.





