Rupiah Melemah seiring Optimisme Purbaya soal Ekonomi RI 2026 Tumbuh 6 Persen

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.785 per Rabu, 7 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 23 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.762 pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga :
Dibalik Penangkapan Presiden Venezuela, Donald Trump Tuduh Maduro Meniru Tarian Ikoniknya
Trump: Uang Penjualan Minyak Venezuela Hanya Boleh untuk Beli Produk AS

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 8 Januari 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.792 per dolar AS. Posisi itu melemah 12 poin atau 0,07 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.780 per dolar AS.

Ilustrasi uang rupiah
Photo :
  • ANTARA

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemeringkat international seperti IMF dan Bank Dunia serta Bank Indonesia memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 5 persen.

Namun, Menteri Kuangan, Purbaya Yudhi Sadewa optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen, yang menurutnya angka tersebut tidak sulit tercapai karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi.

Sedangkan sejumlah strategi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen, salah satunya akselerasi anggaran. Purbaya ingin agar belanja fiskal bisa digelontorkan di awal-awal tahun, kemudian disinkronkan dengan kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI).

Selain itu, iklim usaha yang mulai membaik bisa mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing. Hal ini seiring dengan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi maupun usaha. Kebijakan tersebut membuat investor asing semakin optimis dengan perubahan kebijakan tersebut. 

Purbaya optimistis, dengan konsistennya penanganan permasalahan ini, investasi yang masuk ke Indonesia semakin membaik. Dan pemerintah berkomitmen akan mengevaluasi peraturan-peraturan yang mengganggu iklim investasi di Indonesia.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 - Rp 16.810," ujarnya.

Sebagai informasi, Gubernur The Fed, Stephen Miran mengatakan, aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden The Fed, Richmond Thomas Barkin menyatakan, suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi.

Baca Juga :
First Lady AS dan Venezuela, Siapa yang Lebih Berpengaruh?
Delta Force dan CIA Culik Nicolas Maduro: Muncul Diosdado Cabello, Penguasa Bayangan Venezuela
Pengangguran Meningkat, Sistem Pendidikan Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan Industri

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Terjang 6 Kecamatan di Aceh Timur, Warga Kembali Mengungsi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Disetujui Presiden Prabowo, Menkeu: Aturan Baru DHE SDA Segera Berlaku
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Tanggapi Eksepsi Nadiem, JPU Minta Hakim Tolak Seluruhnya
• 17 jam laluokezone.com
thumb
FOMO Cari Kampus Masa Depan? UBSI Jadi Jawabannya di Indonesia Favorite Campus Expo 2026
• 13 menit lalurepublika.co.id
thumb
DJ Boboboyz Janjikan Aksi Berbeda di Golden Tiger Kemang, 19 Januari 2026
• 12 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.