Moms, ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, jika tidak dirawat dengan benar, risiko gangguan ginjal bisa terjadi kapan saja. Dalam banyak kasus, masalah ini justru berakar dari kebiasaan sehari-hari sejak usia dini, lho, Moms.
Ya, Moms, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), rutinitas sepele seperti kurang minum atau menahan pipis dapat berdampak jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kebiasaan apa saja yang perlu diwaspadai demi menjaga kesehatan ginjal si kecil.
5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal AnakKebiasaan ini sering terjadi dalam keseharian anak dan kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian.
“Ada lima kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik pada si kecil di kemudian hari,” kata dr. Reza Fahlevi, SpA(K) kepada kumparanMOM, Rabu (7/1).
Agar terhindar dari masalah di masa depan, ini yang harus dihindari:
1. Dehidrasi kronik
Kurangnya asupan cairan, terutama air putih, membuat ginjal bekerja lebih berat. Untuk itu, orang tua perlu memantau kecukupan cairan anak dengan melihat warna urine-nya.
2. Sering menahan buang air kecil
Kebiasaan menahan pipis banyak terjadi pada anak sekolah karena kondisi toilet yang kotor atau tidak nyaman.
“Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Infeksi yang berulang berpotensi memicu masalah ginjal di kemudian hari,” kata dr. Reza
3. Pola makan tinggi garam dan gula
Asupan makanan asin dan manis dalam jumlah berlebihan tidak dianjurkan untuk anak, Moms. Karena makanan tinggi garam dapat meningkatkan risiko hipertensi, sementara konsumsi gula berlebih berhubungan dengan obesitas. Kedua kondisi ini diketahui meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik juga.
4. Konsumsi obat dan suplemen tanpa supervisi dokter
Penggunaan obat dan suplemen harus sesuai dosis, frekuensi, dan jangka waktu yang dianjurkan.
Jika mengonsumsi secara berlebihan, termasuk suplemen kebugaran pada remaja tanpa pengawasan dokter, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal di masa depan.
5. Berat badan berlebih dan obesitas
Kasus overweight dan obesitas pada anak semakin banyak ditemukan di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan ginjal juga.
Untuk itu, menjaga kesehatan ginjal anak bukan hanya soal pengobatan tetapi pembiasaan hidup sehat sejak dini. Dengan memperhatikan lima kebiasaan di atas, orang tua dapat membantu melindungi fungsi ginjal si kecil hingga ia tumbuh dewasa.
Yuk hindari 5 kebiasaan buruk tadi supaya si kecil sehat sampai tua nanti, Moms!




